Langsung ke konten utama

Tantangan 30 Hari Beberes Kilat #Hari ke-3

Bismillahirrohmannirrohim..
Hari jumat tgl 9 april ini saya memasuki hari ke-3 tantangan 30 hari beberes kilat, seperti 2 hari sebelumnya saya menyiapkan waktu 30 menit untuk beberes tiap harinya secara fokus. Kali ini saya sudah melipat cucian baju, membersihkan tempat tidur dan merapihkan barang-barang. sehingga aktifitas tersebut tak dihitung waktunya. Saya mulai menghitung waktu bersih-bersih ketika menyapu lantai kemudian mencuci piring dan pakaian sampai merendamnya dengan pewangi, tanpa melihat waktu yang terus berputar ternyata saya hanya menghabiskan waktu selama 22 menit. Maa Syaa Allah.. rekor baru.. perlu diapresiasi ini, saya berhenti sejenak untuk memeriksa anak-anak bermain dengan aman atau tidak. 
Setelah terkondisikan saya melanjutkan dengan mengangkat pakaian yang telah direndam pewangi tadi dan langsung menjemurnya di belakang rumah. Pukul 10.30 wib pekerjaan domestik selesai. Mencuci baju- mencuci piring, menyapu rumah, beres-beres mainan anak, bikin sarapan + bekel, suapin anak-anak dan mandiin mereka. 
Selanjutnya saya mempersiapkan bahan makanan untuk botram bersama kawan lama, hihi.. Alhamdulillah pukul 11.00 teman sekolah berkunjung kerumah, kami bercengkrama, mengobrol sambil memasak. Maa Syaa Allah jadi waktu me time saya yang tiap hari ada dirumah, berasa di charger tangki cinta dan harapan dengan berbagi cerita dan pengalaman bersama kawan-kawan. 
Hari ini kulalui dengan rasa penuh syukur, Alhamdulillah jadi lebih banyak menghargai waktu dan tenaga yang telah dijalani. Terimakasih untuk hari ini.. kuberikan badge Very Good semoga bisa menjadi motivasi agar bisa lebih baik lagi.
#institutibuprofesional
#hutankupucekatan
#tahapkepompong
#latihilmunya30hari
#day3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...