Langsung ke konten utama

Tantangan 30 Hari Beberes Kilat 30 Menit #Hari Ke-12

Bismillahirrohmannirrohim
Alhamdulillah dihari ke-12 ini saya masih bisa melaksanakan tantangan 30 hari beberes kilat selama 30 menit. Hari ahad ini hari yang cukup santai bagi keluarga kami karena suami libur kerja, sehingga full ada dirumah. Saya diajak kepasar minggu oleh tetangga yang jaraknya sekitar 2km dengan jalan kaki, cukup lelah ternyata karena kondisi membawa Alifya dan belanjaan serta kondisi pasar yang begitu penuh sesak padahal kan lagi shaum hihi.. Kami berangkat pukul 08.00 dan sampai kembali kerumah pukul 10.00.
Selanjutnya sayapun mulai beres-beres dapur sambil menunggu merebus air untuk mandi anak-anak. Saya lupa tak memakai timer untuk menghitung waktu beres-beres ini, yang jelas aebelum air diteko mendidih saya sudah mencuci pakaian, membersihkan dapur dan membuang sampah ditempatnya sepertinya sih kurang dari 30 menit.
Setelah pekerjaan memandikan anak-anak selesai saya baru melanjutkan beberes kamar, ruang keluarga dan ruang tamu.. Untuk pekerjaan ini saya slow saja, karena nyambi main sama anak-anak, jadi ya se selesainya saja saya mulai menikmati waktu beberes ini. Hari ini secaraa kuantitas mungkin targetnya ga tercapai, namun alhamdulillah secara kualitas bisa jadi metime ditengah mengasuh anak-anak.
#institutibuprofesional
#hutankupucekatan
#tahapkepompong
#latihilmunya30hari
#day12

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...