Langsung ke konten utama

Tantangan 30 Hari Beberes Kilat 30 Menit #Hari Ke-14

Alhamdulillahirobbil'alamin... Masuk hari ke-14 dari tantangan 30 hari saya masih mencoba konsisten untuk beberes kilat. Tak seperti diawal-awal permulaan yang masih dibantu menggunakan timer, karena ingin benar-benar tepat waktu. Kali ini saya menikmati proses beberes rumah dengan segala kendalanya.
Hari selasa ini saya fokuskan untuk mencuci piring kemudian beberes rumah (sapu-sapu, mengelap-elap meja, menyimpan barang sesuai tempatnya) dan mencuci pakaian. Biasanya saya agak malas mencuci pakaian dipagi hari, menjelang siang baru bisa dijemur. Tapi hari ini saya targetkan untuk mencuci baju maksimal sampai sebelum anak-anak bangun tidur. Pukul 08.00 alhamdulillah pekerjaan mencuci pakaian selesai.. senangnya.. biasanya butuh waktu 1-2 hari pakaian kering, karena hari ini lebih pagi nyucinya jadi bisa lebih cepat pula keringnya. Untuk selanjutnya tumpukan baju yang sudah dicuci bersiap untuk dilipat / disetrika, semoga besok ada kesempatan buat lipat-lipat baju.. 
Untuk hari ini kuberikan badge excellent karena berhasil melampaui target (walau tak 30 menit namun pekerjaan ini selesai sebelum anak-anak bangun)
Senangnya banyak proses yang bisa dilewati, pembiasaan-pembiasaan yang baik perlu konsisten dan istiqomah yang tinggi, menjadi semakin produktif walau mengerjakan pekerjaan domestik.
#institutibuprofesional
#hutankupucekatan
#tahapkepompong
#latihilmunya30hari
#day14

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...