Langsung ke konten utama

Tantangan 30 Hari Beberes Kilat 3p Menit #Hari Ke-17

Bismillahirrohmanirrohim
Hari ke-17 Tantangan 30 hari saya lewati dengan penuh kesadaran walau ada targetan bulan ramadhan yang tak tercapai, salahsatunya tak sempat membaca surat Al-Kahfi dan al-mat surat karena mengejar target tilawah, sepertinya saya harus mereset ulang amalan di bulan puasa ini, saya ingin lebih menikmati setiap proses amalan dengan penuh kesadaran tak hanya mengejar kuantitas banyaknya tilawah atau shalat sunnah, saya ingin meningkatkan kualitasnya juga. Salahsatunya meningkatkan kualitas disetiap shalat dengan mengikuti kajian online tentang meraih shalat khusu dan hikmahnya yang berikan oleh Guru saya Ust. Suherman al Hafidz.
Kajian ini sangat berbekas untuk saya karena ternyata banyak yang belum saya ketahui tentang hikmah-hikmah yang terdapat pada doa dan gerakan shalat, ketika mengikuti kajian ini pada setiap ahad subuh otomatis jadwal beberes saya menyesuaikan, karena kajian ini selesai pada pukul 07.00 pagi.
Waktu beberes tak saya target harus selesai sekian menit, namun lebih ke kesadaran dalam melakukannya. Alhamdulillah berhasil, biasanya saya malas bersih-bersih rumput dihalaman depan, tapi karena sadar rumput liar itu mengganggu penglihatan (jadi terlihat tak terurus) akhirnya sedikit demi sedikit saya bersihkn rumput-rumput liar tersebut, walau belum selesai namun ada rasa kepuasan tersendiri bisa mengerjakannya tanpa paksaan.

#institutibuprofesional
#hutankupucekatan
#tahapkepompong
#latihilmunya30hari
#day17

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...