Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Mendidik Anak Cerdas Finansial (day10)

Bismillahirrohmannirrohim Alhamdulillah.. hari terakhir menantang diri pada kuliah bunsay ini, kali ini yang akan saya ceritakan tentang pengalaman memanaj barang dagangan yang dikelola mamah. Menghitung biaya distribusi untuk barang yang akan dipasarkan ke sekolah-sekolah, memperkirakan apakah makanan yang dijual akan laku? disenangi konsumen? rugi? untung? pikiran-pikiran ini berkecamuk dalam otak. Bismillah, setiap bisnis ada resikonya, jika tak dicoba tak ada yang tau hasilnya bagaimana. Mamah mencoba memasarkan lanting, makanan khas kebumen baru akan dipasarkan lusa, jadi sekarang-sekarang ini sibuk packing dan H2C, apakah laku dijual dipasaran atau tidak. Semoga mendapatkan keuntungan yang baik. #Tantangan10Hari #Level8 #KuliahBunsayIIP #RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari # CerdasFinansial

Mendidik Anak Cerdas Finansial (day9)

Bismillahirrohmannirrohim Alhamdulillah tantangan tersisa dua hari lagi, masuk hari kesembilan saya belum mengenalkan konsep uang kepada Alifya. Saya masih mengenalkan makna rejeki dalam bentuk makanan yang bisa kita nikmati. Begitu banyak nikmat yang belum kita syukuri yang telah kita terima, ini juga yang membuat saya merenung tentang rejeki yang Allah berikan begitu luas. Keluarga yang harmonis, tetangga-tetangga yang begitu baik dan perhatian, saudara-saudara jauh berkunjung dengan membawa buah tangan, amanah-amanah yang dipercayai kepada keluarga kami dan masih banyak lagi yang tak bisa disebutkan. Merupakan sebuah karunia yang besar yang patut kita syukuri. Rejeki Allah yang begitu luas, pantaskah kita kufur atas nikmat yang telah Allah berikan? #Tantangan10Hari #Level8 #KuliahBunsayIIP #RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari # CerdasFinansial

Mendidik Anak Cerdas Finansial (day8)

Bismillahirrohmannirrohim Memasuki hari kedelapan pada tantangan ini saya masih berfokus pada pengenalan rejeki untuk Alifya. Alif yang mulai senang ngemil kue-kue kecil, walaupun ia belum paham saya kenalkan "Alhamdulillah, Alif udah mau makan, pinter makannya" kalo dia buang makanannya saya tegur agar tak membuang makanan... dipahamkan kalau makanan tak boleh dibuang-buang. Terkadang jika jadwal makan saya ajak Alif keluar sambil melihat ayam, bebek yang sering berkeliaran disekitar rumah. "Alif... lihat itu bebeknya juga lagi cari makan, kalau Alif sudah enak tinggal makan hammm hammm". Seperti itulah cara saya mengenalkan makna rejeki kepada Alifya. #Tantangan10Hari #Level8 #KuliahBunsayIIP #RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari # CerdasFinansial

Mendidik Anak Cerdas Finansial (day7)

Bismillahirrohmannirrohim Alhamdulillah, sudah masuk hari ketujuh tantangan mendidik anak cerdas finansial, hari ini tak disangka Alif dapat mainan baru... Bola warna-warni yang dibelikan oleh neneknya. Alif begitu asyik bermain bola, ditumpahkan ke dalam jolang besar dan dia duduk bersama bola-bola. Rejeki yang tak disangka, sebenarnya kami sudah niat ingin membelikan mainan utuk Alif, tapi terkadang keduluan ada yang membelikan. Ini sering kami alami, ingin membelikan sepatu... nenek yg dicirebon sudah belikan,ingin beli sepeda nenek yang dicimahi sudah belikan ingin beli boneka pun aunty nya sudah belikan. Alhamdulillah rejeki itu datang dari arah yang tak disangka-sangka. #Tantangan10Hari #Level8 #KuliahBunsayIIP #RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari # CerdasFinansial

Mendidik Anak Cerdas Finansial (day6)

Bismillahirrohmannirrohim Masuk hari keenam, rejeki tak muluk tentang uang. Hari ini nafsu makan Alif mulai tumbuh lagi, setelah lebih dari tiga minggu ia GTM (gerakan tutup mulut) yang bikin kami sekeluarga bingung mau dikasih apa. Kamipun tak menyangka, akhirnya dia mau makan juga... menu nasi dan sayur sop disantapnya dengan lahap , betapa senangnya kami. Satu lagi rejeki yang patut disyukuri ketika anak lahap makannya... #Tantangan10Hari #Level8 #KuliahBunsayIIP #RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari # CerdasFinansial

Mendidik Anak Cerdas Finansial (day5)

Bismillahirrohmannirrohim Masuk hari kelima tantangan mengenalkan hakikat rejeki pada anak, kali ini saya ingin berbagi hikmah.. tak langsung saya ceritakan ke Alifya karena ia belum mengerti. Keluarga saya sangat senang berdagang, Mamah yang paling bersemangat sehingga kami (anak-anaknya dan bapak) tergerak membantu. Kali ini beliau sedang senang berjualan makanan ringan diantarkan ke kantin-kantin sekolah, setelah berdiskusi mamah ingin mencoba menjual lanting, didatangkanlah langsung dari kebumen menggunakan jasa travel. Berbagi rejeki... itulah yang saya rasakan, lanting yang memang cemilan khas kebumen itu sampai ke cimahi dengan proses yang begitu panjang. Berbagi rejeki ke tangan-tangan pedagang, dari produsen-jasa travel-packing sampai ketangan konsumen. Betapa banyak pihak yang mendapat keuntungan dari proses ini, rejeki Allah datangkan ketika kita berikhtiar dengan maksimal. #Tantangan10Hari #Level8 #KelasBunsayIIP #RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari # CerdasFinansial...

Mendidik Anak Cerdas Finansial (day4)

Bismillahirrohmannirrohim Memasuki hari keempat tantangan level delapan ini, jatuh pada hari ahad.. Hari ini ada saudara-saudara dari keluarga bapak datang kerumah. Begitu lamanya tak berjumpa sehingga banyak yang diobrolkan. Kebiasaan yang saya temukan, jika saudara-saudara sedang kumpul, kami saling memberi oleh-oleh, kebetulan dari pihak sana membawa beras hasil panen dan makanan khas. Kami yang disini pun memberikan makanan yang tak seberapa harganya sebagai tanda terima kasih telah direpotkan dibawakan oleh-oleh. Sampai sesaat mau pulang, Uwa memberikan angpau untuk Alif (Alhamdulillah rejeki yang tak disangka-sangka) dan ternyata ibu sayapun memberikan hal yang sama untuk keponakannya (berasa tukeran angpau hihihi..) Alhamdulillah rejeki yang Allah kasih begitu luas, terkadang tak terjangkau oleh pikiran manusia, tak menyangka mendapat banyak keberkahan di bulan syawal yang sebentar lagi akan berakhir.. #Tantangan10Hari #Level8 #KuliahBunsayIIP #RejekiItuPastiKemuliaanYa...

Mendidik Anak Cerdas Finansial (day3)

Bismillahirrohmannirrohim Masih tentang rejeki, hari ini dirumah akan ada acara tasyakur bi ni'mat putri kami.. Alifya Nur Amanillah yang pertama, seharusnya dilaksanakan pada tanggal 26 juni bulan kemaren, karena baru pulang mudik dan sedang sakit, jadinya baru bisa dilaksanakan hari ini. Begitu banyak persiapan yang dilakukan, banyak bantuan berdatangan dari para tetangga . Saya tak menyangka, keluarga kami yang pendatang baru ditatar sunda ini, begitu diterima dengan hangatnya .. ukhuwah begitu terasa, dari mulai persiapan masak, tamu-tamu berdatangan, menjamu undangan sampai akhir acara begitu lancar. Rejeki ya memang tak muluk tentang uang... tetangga yang baik juga termasuk rejeki yang begitu berharga.. Alhamdulillah... semoga nanti ketika Alif sudah bisa diajak komunikasi dua arah, saya bisa menjelaskan begitu luas makna rejeki yang telah Allah berikan, dan membuat kita lebih banyak bersyukur. #Tantangan10Hari #Level8 #KuliahBunsayIIP #RejekiItuPastiKemuliaanYangDic...

Mendidik Anak Cerdas Finansial (day1)

Bismillahirrohmannirrohim Memulai tantangan kali ini cukup sulit bagi saya, karena usia anak yang baru menginjak 1 tahun dan belum bisa diajak komunikasi dua arah membuat saya berpikir bagaimana mengaplikasikan materi cerdas finansial untuk anak usia dini. Qadarullah, hari ini saya memeriksakan Alifya ke klinik karena batuk pileknya yang tak kunjung pulih. Alif disuruh cek darah.. Saya sebagai orangtuanya begitu tak tega melihat anak diambil darah, mencoba memahamkan orangtua saya, kalau Alif hanya batuk pilek biasa dan tak ada apa-apa. Terbukti, hasil tesnya bagus. Alhamdulillah.. Setelah itu, kami keruang IGD untuk di uap karena memang semenjak batuk pilek pernafasan Alif cukup terganggu. Saat itu saya coba menghibur Alif.. "tak apa-apa Alif, di uap supaya cepet sembuh pileknya.. nanti kita main lagi ya... jalan-jalan lagi ya.. " Rejeki itu tak melulu soal uang... kesehatan, keceriaan yang kita dapatkan merupakan salahsatu bagian dari rejeki yang telah Allah curahkan ke...

Mendidik Anak Cerdas Finansial (day2)

Bismillahirrohmannirrohim Memasuki hari kedua, saya masih ingin mendeskripsikan makna rejeki yang saya rasakan, diaplikasikan dengan kegiatan Alif sehari-hari. Setelah kemarin ia berobat, Alif mendapat 2 resep obat (antibiotik dan obat pileknya), namun saat dirumah, tak saya berikan dengan alasan antibiotik itu harus dihabiskan, sedangkan Alif sangat susah untuk minum obat, setiap dikasih obat selalu ia tolak, kalaupun masuk itu harus dipaksa sampai ia nangis kejer. Daripada obatnya tak habis, dan dosisnya ditingkatkan, saya putuskan untuk tidak meminumkannya. Sebagai gantinya, saya paksakan Alif meminum madu dan vitamin agar ia nafsu makan. Hari ini tak bayak makanan yang masuk. Madu, vitamin, bubur ayam, sampai bubur instan dicoba, yang masuk mulutnya hanya sedikit, berat badannya Alif pun turun secara drastis.. Tentang rejeki, diminggu-minggu ini sedang diuji kesabaran umminya, tentang makannya Alif, sakitnya Alif. Terkadang apa yang kita inginkan tak selalu kita dapatkan, kita h...