Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Aliran Rasa Melatih Kemandirian

Kali ini mendapat tugas untuk mengungkapkan aliran rasa selama menjalani tantangan level 2 tentang melatih kemandirian anak. Namun, karena anak saya masih berusia 6 bulan, saya memutuskan untuk melatih kemandirian saya pribadi Saya merasakan tantangan kali ini begitu sulit, sulit untuk konsisten. Rencana ingin 10 hari tanpa rapel, dan dikerjakan tiap hari hangus, karena banyak faktor. Salahsatu yang ingin saya latih ialah konsisten memasak dan merapihkan rumah, tapi pada saat dilapangan banyak tantangan dan godaan yang ditemui, mulai dari tak bisanya membagi waktu, sehingga waktu yang harusnya dipakai untuk bekerja, malah masih masak, atau malah seharusnya bisa mengerjakan 3 sampai 4 pekerjaan karena terlalu lama pada salahsatu pekerjaan sehingga ngaret ke pekerjaan yang lain.. Masih mencari cara yang efektif dan efisien untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang memang ga ada habisnya.. hihihi... Alhamdulillah dengan tantangan kali ini setidaknya saya berusaha memperbaiki manajemen w...

ISTIQOMAH (day 10)

Hari kesepuluh melatih kemandirian, masih mencoba konsisten dengan jadwal-jadwal yang ditetapkan dihari sebelumnya, untuk hari ini saya bisa lebih cepat menyelesaikan kegiatan memandikan Alifya, yang biasa nya jam 7 pagi baru beres, ini jam 6 pagi de Alifya udah siap diajak jalan-jalan (kepasar) hehe.. Hari ini saya menargetkan untuk *kepasar-memasak-beres beres dapur* selesai jam 8 pagi, Alhamdulillah target hari ini tercapai, selesai masak pukul 07.50 Kali ini menu yang dibuat adalah oseng tauge-tahu dan goreng pindang tongkol yang dibalur telur, sederhana memang, karena saya ga mau ribet. hehe Alhamdulillah suami suka sama menunya, untuk makan malam saya tambahin telur mata sapi. Semoga bisa istiqomah, bukan hanya untuk diposting, tapi bisa terus diaplikasikan di kegiatan sehari-hari. Aamiin #Harikesepuluh #Tantangan10hari #Level2 #KuliahBunSayIIP #MelatihKemandirian

Semangat Konsisten (PeeR) !!! (day 9)

Hari kesembilan tantangan melatih kemandirian biasanya saya awali dengan kegiatan domestik, dari subuh sampai pukul 06.00 biasanya jadwal me time, dilanjutkan dengan beres-beres, mandi plus mandiin Alifya selesai pukul 07.00, setelah itu nyuci baju sampai pukul 08.00. Pada hari itu, saya berencana untuk memasak, karena keterbatasan waktu, untuk belanja kepasar saya delegasikan kesuami, jadi setelah saya beres nyuci tinggal nyiapin untuk memasak. Kali ini suami belanja tahu, sawi hijau, tauge serta ikan bawal, tanpa pikir panjang langsung nyalain kompor, bikin tumis sawi-tahu plus bumbu ikan.  Untu urusan memasak saya merasa masih amatir, butuh waktu 1 jam untuk menyelesaikan 2 masakan, hehe itupun ketika goreng ikan dibantuin suami (karena saya ga bisa ngebalikin ikan, takut kecipratan minyak) hehe tepat pukul 09.00 jadilah 2 menu sarapan yang siap disantap,  sayangnya untuk kali ini saya tidak mendokumentasikan hasil masakan saya dan suami, keburu laper dan lauknya habis he...

Konsisten Memasak (day 8)

Hari kedelapan dalam melatih kemandirian yang saya lakukan masih seputar memasak, dan beres beres rumah. Kali ini saya memasak tumis selada air, tahu dan tempe untuk sarapan pagi. Oh ya, karena hari sebelumnya ada acara botram, sedangkan cucian piring menumpuk, baru dihari inilah saya bersihkan  (belum bisa konsisten untuk menyelesaikan pekerjaan rumah dalam sehari) Targetan saya untuk tantangan kali ini ialah bisa konsisten memasak dan beres-beres rumah mengingat sebentar lagi akan pindah kontrakan walaupun sebenarnya ini masih bolong-bolong, ketika sedang semangat dan rajin ya memasak, jika rasa malas muncul lebih memilih untuk beli yang sudah matang.. #HariKedelapan #Tantangan10hari #KuliahBunSayIIP ##MelatihKemandirian

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Menyelesaikan Pekerjaan Rumah (day 6)

Tantangan hari keenam saya fokuskan untuk menyelesaikan peer yang sempat tertunda.. menyetrika baju, mencuci pakaian, mencuci piring dan kawan-kawannya. Salahsatu pekerjaan yang membuat saya malas adalah menyetrika pakaian.. karena menurut saya menyetrika membutuhkan waktu yang cukup banyak, menguji kesabaran serta perlu menahan rasa pegal hihihi... karena stok pakaian dilemari sudah habis, jadinya nyetrikanya dicicil. Saya menyetrika ketika suami dan Alifya masih tidur (nyubuh) karena kalau siang saya bekerja, sedangkan kalau malem keburu cape... inipun dikejar waktu (khawatir Alifya bangun) jika sudah terlanjur bangun otomatis nyetrika nya ditinggal. Alhamdulillah 2 pekerjaan ini bisa saya selesaikan sampai jam 8 pagi, tepat sebelum saya masuk kantor. Saya selalu mempunyai patokan untuk melakukan pekerjaan rumah, jika pagi maksimal jam 8 atau jam setengah 9 harus sudah beres,  mengingat ada pekerjaan lain yang perlu dipertanggung jawabkan. Jika lebih dari jam segitu biasanya s...

Konsisten Jadwal Beberes (day 5)

Hari kelima tantangan melatih kemandirian masih mencoba konsisten untuk beres-beres selepas menggunakan peralatan dapur, beres-beres rumah, nyetrika dan kawan-kawannya ternyata memang agak sulit untuk merubah kebiasaan kebiasaan buruk . Kebiasaan menunda pekerjaan rumah sehingga bertumpuk-tumpuk, ini menjadi peer besar buat rumah tangga saya. Masih berusaha konsisten untuk menyelesaikan tantangan ini. Salah satu hambatan yang saya alami adalah saya terlalu menganggap sepele setiap kerjaan rumah, pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dihari itu, ditunda sampai kesokan harinya, begitu terulang setiap hari sehingga membuat saya malas mengerjakan semuanya... Masih berproses memanajemen keluarga kecil kami, semoga bisa LULUS pada tantangan kali ini, melawan rasa malas dan istiqomah menjalankan amanah sebagai manajer keluarga. AAMIIN... #Harikelima #Tantangan10hari #Level2 # KuliahBunsayIIP #MelatihKemandirian

Hari (Libur) Masak (day 4)

Hari ke empat pada latihan kemandirian ini bertepatan dengan hari libur (jadwal pulang kerumah orangtua) jadi saya tak memasak hari ini, karena biasanya ibu yang selalu memasak, ketika mau membantu ehh udah beres.. jadinya saya hanya bagian finishing + memasak nasi saja.. Hari ini saya memperhatikan cara ibu menyiapkan masakan, mulai dari potong-potong sayur, bumbu sampai merebus bahan makanan yang sekira nya lama jika mendadak dimasak. Pantas saja, jika pagi-pagi ga perlu waktu lama.. sekitar 30menit makanan sudah siap santap, ini karena ibu mempersiapkan bahan masakan semalam sebelumnya. Pelajaran berharga bagi saya yang masih begitu awam dalam dunia perdapuran.. Persiapan itu penting.. merencanakan apa yang akan dilakukan keesokan harinya.. Saya banyak belajar dari kedua orangtua saya, bagaimana mereka mengatur segala urusan rumah tangga, ingin rasanya meniru semua hal yang baik-baik yang dilakukan oleh kedua orangtua saya... Saya masih begitu jauh (dari segi ilmu dan pengalaman)....

Konsisten Memasak (day 3)

Alhamdulillah...memasuki hari ketiga latihan konsisten memasak, kali ini saya tidak belanja karena masih banyak sisa bahan makanan yang kemarin dibeli maklumlah karena kami hanya berdua.. jadi terkdang untuk bahan makanan kita tidak terlalu memikirkannya hari ini saya memasak makanan yang sederhana, yg tidak perlu  menyita waktu banyak... untuk sarapan saya buat nasi goreng plus mie rebus, sedangkan untuk siang saya bikin ayam panggang (sisa bahan hari jumat) dan tahu crispy ala-ala hehe Alhamdulillah bisa menyajikan makanan, walaupun masih jauuuhhh dari sempurna, semoga bisa konsisten sampai mahir memasak Aamiin... #HariKetiga #Tantangan10Hari #Level2 #KuliahBunsayIIP #MelatihKemandirian

Libur Maulid (day 2)

Hari kedua ini bertepatan dengan hari libur maulid nabi Muhammad Saw, kantor kami libur (Yeaaahhhh) tidak ada agenda keluar rumah, membuat saya dan suami agak leluasa menikmati hari jumat ini... Saya rencanakan hari ini mulai masak-masak lagi, tetapi belum terpikir masak apaaa... sambil jalan-jalan kepasar bawa Alifya dan suami akhirnya diputuskan mau bikin ayam panggang n tahu tempe bacem... hmmm yummyyy.. proses belanjanya di Skip yaa, hehe... langsung menuju dapur saja, saya segera mengolah belanjaan yg dibeli, kupas-kupas bumbu, cuci daging, potong-potong tempe n tahu.. butuh waktu cukup lama bagi saya yang amatiran ini untuk menyelesaikan 2 masakan hehe, akhirnya tepat jam 9an dua masakan saya sudah jadi, sebenernya ini disambi juga, sambil mandiin Alifya... setelah semua hidangan siap, saya panggil suami untuk sarapan n tester masakan saya.. (soalnya ga ada lagi orang dirumah) Alhamdulillah cukup enak.. buktinya tanpa disediain suami ambil makan sendiri (ini mah karna laper aj...

Melatih Kemandirian (day 1)

Tantangan dari IIP kali ini adalah tentang melatih kemandirian.. sempat bingung juga, kemandirian apa ya yang akan saya latih? saking terlalu banyaknya  skill yang belum saya miliki sebagai seorang ibu dan istri. Seharian kemarin sampai saat saya mau menuliskan ini, yang terpikir adalah melatih kembali kemandirian saya dalam menyiapkan hidangan *(memasak + beberesnya)* Kenapa sich saya ngambil kegiatan itu? karena semenjak saya mengurus Alifya, masalah memasak ini jadi urusan no 1, padahal masih 1 anak, tapi maleeesssss banget buat masak mentang-mentang di tempat tinggal saya saat ini banyak sekali yang jualan mulai dari warteg, pujasera, cemilan sampe warung nasi padang hehe. Hari pertama tantangan kemandirian ini saya berhasil membuat sarapan sederhana yaitu nasi goreng dengan bahan alakadarnya (padahal kalo orang lain mah ini teh rutinitas biasa) tapi tidak buat saya, biasanya untuk sarapan, makan siang dan malem selalu beli lauk dirumah hanya masak nasi itu juga pake *magicom...

TANTANGAN 10 HARI KOMUNIKASI PRODUKTIF (day 4)

Hari ini hari ke empat saya mencoba berkomunikasi secara produktif dengan pasangan, hal yang menarik yang akan saya ceritakan mengenai pembagian tugas menjaga Alifya. Qadarullah hari ini di sore hari, ada beberapa kelas yang harus dihandle, baik oleh saya maupun dengan suami.. Cukup merepotkan memang, apalagi waktunya yang bersamaan, suami mengajar dua kelas berturut-turut, sedang saya mengajar satu kelas plus menjaga Alifya. Disini saya berusaha berbicara dengan kaidah 2 C (clear n clarify) kepada suami: memperjelas bahwa ada yang harus di gantikan, karena pengajar yang berhalangan hadir dan kepada peserta: mengemukakan alasan pengajar yang berhalangan hadir, alasan lainnya saya ijin untuk membawa Alifya masuk ke kelas. Alhamdulillah dengan 2 kaidah ini saya sangat terbantu, betapa Allah mudahkan segala urusan, dan tanpa bantuan dari Nya, saya tidak tau harus berbuat apa, mengingat betapa besar amanah yang sedang saya terima. Saya berusaha bertanggung jawab atas pekerjaan yang seda...

TANTANGAN 10 HARI KOMUNIKASI PRODUKTIF (day 10)

Bismillahirrohmanirrohim Alhamdulillah wa syukurillah, hari ini tepat dihari yang ke 10 komunikasi produktif, bertepatan dengan saya melaksanakan sidang skripsi. Campur aduk rasanya, senang, cemas, bingung, tegang dkk :-) Alhamdulillah suami begitu banyak membantu dan mendukung, hari ini pukul 12.00 kami (saya, suami dan Alifya) menuju kampus, saya melaksanakan sidang, sedang Alifya diasuh oleh Abinya. Hari itu Allah mudahkan semua urusan, komunikasi yang kami lakukanpun begitu sederhana, saya meminta doa dari suami agar dilancarkan, sementara saya sibuk sidang Suami mengajak Alifya bermain dan jalan-jalan. Suami menghampiri saya jika Alifya ingin menyusui, selebihnya ia bersama Abinya, alhamdulillah seluruh proses sidang saya lalui sampai tibanya pengumuman pukul 16.00 dan saya dinyatakan *LULUS* dengan gelar *S.pd* :-) berikut foto saya dan teman,teman yang melaksanakan sidang tadi siang dari pukul 13.00-16.00 #harike10(lulusidang111117) #gamelevel1 #tantangan10hari #komunik...

TANTANGAN 10 HARI KOMUNIKASI PRODUKTIF (day 9)

Bismillahirrohmanirrohim Memasuki hari ke 9 komunikasi produktif yang saya lakukakan masih berkaitan dengan hal-hal yang sederhana. Kali ini yang akan saya bahas mengenai manajemen waktu, saya masih belum bisa mengatur waktu antara keluarga, pribadi, pekerjaan serta perkuliahan. Terkadang saya melakukan aktifitas pribadi, mengerjakan tugas domestik, serta skripsi dijam kerja, dan kebalikannya, dijam istirahat saya gunakan untuk mengerjakan tugas kantor (jangan ditiruuuu) Hari ini jujur saya tidak mengerjakan tugas kantor, seharian bahkan sampai larut malam saya mempersiapkan presentasi untuk sidang skripsi di keesokan harinya. Karena terbiasa dengan jadwal yang tidak menentu mengakibatkan waktu tidur malampun terganggu. Padahal saat itu suami mengingatkan "sudah dilanjutkan besok lagi saja" dan saya keukeuh harus beres malam itu juga. Alhasil karena tidak khusu mengerjakannya, tugas yang saya buat tak tersimpan, target yang harusnya beres, esok hari tetap dikerjakan. xixixi...

TANTANGAN 10 HARI KOMUNIKASI PRODUKTIF (day 8)

Bismillahirrohmanirrohim memasuki hari ke 8, tantangan komunikasi produktif kali ini saya kembali mengomunikasikannya dengan pasangan. Hari ini, saya kebagian jadwal untuk mengajar tahsin di kantor jadwalnya pukul 13.00. Sebenarnya ini rutinitas yang biasa saya kerjakan, sebelum mengajar, biasanya saya membeli makan siang untuk kami berdua. Qadarullah saat itu ba'da dzuhur hujan lebat, yang biasanya saya keluar untuk membeli makanan tertunda sampai sekitar pukul 14.00 dengan rasa bersalah karena memang tidak ada stok makanan, saya bilang ke suami "Mas nanti ya, beli makanmya nunggu reda" Suami jawab "iyaa.." sampailah pada saat hujan mulai reda, saya bergegas keluar membeli makanan, disaat yang sama de Alifya bangun dari tidur, (saya tau ini dari suami) namun, khawatir hujan bertambah besar, saya buru-buru keluar. Jadilah Abinya yang menenangkan Alifya. Selama proses membeli makan, saya berpikir kenapa saya malah tidak bergegas menghampiri Alifya, ada perasa...

TANTANGAN 10 HARI KOMUNIKASI PRODUKTIF (day 7)

Bismillah Hari ini, hari ke 7 saya berusaha menerapkan komunikasi produktif, kali ini saya mencoba menerapkan kepada anak saya yang baru berusia 4 bulan. Hari itu, Alif terlihat begitu ceria... Ia sudah mulai aktif berkicau dalam bahasa sunda mah "baceo" sepanjang sore.. saya berusaha merespon Alif sebisa saya... merespon setiap suara yang ia keluarkan, "dede mau apa? mau olahraga? udah pinter yaa sekarang, udah bisa ngobrol, ngajak ngobrol umminya tapi umminya belum ngerti hihi" (Alifya baceo sambil menggerakkan seluruh tubuhnya ) Alhamdulillah wa syukurillah, pikir saya, bisa melihat perkembangan Alifya yang begitu cepat, baru bulan juni kemarin saya melahirkannya, dan sekarang usia nya sudah menginjak 4 bulan, tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Komunikasi kali ini saya berusaha merespon dengan kata-kata yang positif,  kata-kata yang membuat anak semakin percaya diri, walaupun sebenarnya Alifya belum mengerti dengan respon yang saya berikan. Doa Ummi, sem...

TANTANGAN 10 HARI KOMUNIKASI PRODUKTIF (day 6)

Hari ini hari ke 6 saya berusaha berkomunikasi secara produktif dengan pasangan. Diawali oleh kesalahan saya dalam pembuatan jadwal mengajar tahsin untuk salah seorang ustadz, yang seharusnya hari selasa pukul 08.30, namun saya tidak mengkonfirmasi ustadz yang bersangkutan, al hasil diskusi singkat dengan suami, beliau yang menggantikan kelasnya. Efek yang dihasilnya dari kesalahan saya ini membuat saya merasa bersalah, karena tadinya suami mau mengantar adik ipar ke terminal Cicaheum, tetapi karena harus nge badal, Nia hanya diantar sampai naik angkot ke terminal Cicaheum. Awalnya suami merasa keberatan, karena saya paksa tak ada yang lain lagi, akhirnya mau. (maafkan suamiku T-T) Ternyata dari cara saya berkomunikasi dengan pasangan masih banyaaaakkkk sekali yang perlu diperbaiki, saya yang kadang masih memaksakan kehendak, mudah tersinggung dan menuntut suami untuk memiliki presepsi dan sudut pandang yang sama dengan saya, menjadikan suami sering menuruti apa kemauan saya. tanpa ...

TANTANGAN 10 HARI KOMUNIKASI PRODUKTIF (day 5)

Hari ini kedatangan adik ipar dari Cirebon, Nia namanya. Dia mendapat panggilan dari salahsatu perusahaan di Bandung. Jika berbicara dengannya ada perasaan belum berani, takut salah dan khawatir malah menyinggung perasaan.   Mungkin karena jarang bertemu, dan jarang mengobrol jadi suasananya dingin. Saya coba bertanya beberapa hal agar suasana mencair, seperti “tadi tes nya gimana?” “pengumuman hasilnya kapan?” dan beberapa pertanyaan seputar pekerjaan. Ternyata ia pun menjawabnya Nia: “tesnya sampai jam 2, ada tes tulis sama tes kebidanannya ” (Nia ini sekolah di kebidanan loh hehe) Nah ternyata dimalam itu juga ia mendapat panggilan kerja di Bekasi, ia bercerita ketika kita bertiga sedang berkumpul (saya, Nia dan suami) Nia: “A.. gimana ini, milih yang di Bekasi atau di Bandung? Tapi yang di Bandung mah belum pasti, masih nunggu pengumuman wawancara, yang di Bekasi mah udah pasti diterima” Suami: “nunggu pengumuman yang di Bandung aja dulu kalo masih ada waktu mah, tap...

TANTANGAN 10 HARI KOMUNIKASI PRODUKTIF (day 3)

Alhamdulillah pada hari ketiga ini kondisi telah pulih dan sudah bisa beraktifitas seperti biasa. Komunikasi yang saya lakukan dengan pasangan membahas hal-hal yang sederhana, berkaitan dengan kegiatan sehari-hari, karena kami berdua tinggal dan bekerja ditempat yang sama. Alhamdulillah… Saya memulai dengan mencari waktu dan suasana yang tepat, seperti saat pagi hari setelah memandikan Alif selepas Magrib, hingga pukul 22.00, untuk membuat suasana lebih rileks biasanya kami berbincang sembari menonton video ceramah atau kartun anime (karena suami seneng banget sama kartun). Nah dari ceramah atau kartun itu, biasanya saya banyak pertanyaan. Salah satu tantangan yang masih belum bisa saya perbaiki ialah kaidah 2C ( clear and clarify ), karena biasanya saya bertanya asal, sehingga suami pun binggung meresponnya, atau kebalikannya, suami yang perlu menjelaskan berulang-ulang, karena saya yang belum mengerti maksud jawabannya apa. Jadi yang perlu dievaluasi untuk point hari ...

TANTANGAN 10 HARI KOMUNIKASI PRODUKTIF (day 2)

Tak sempat menulis dan memposting latihan komunikasi pada hari ke dua ini, qadarullah anak masih sakit, dan sayapun ikutan tumbang, sehingga pada hari itu tidak banyak yang dibicarakan. Bicara seperlunya, bahkan lebih banyak suami yang bertanya dan mengajak ngobrol, saya yang saat itu sedang lemas merespon sebisanya. Dari sini dapat dipelajari, bahwa tiap pasangan memiliki peran dalam berkomunikasi, dan saling melengkapi, walaupun respon yang saya berikan mungkin tidak sesuai dengan yang diharapkan suami, namun suami begitu mengerti dengan keadaan saya, beliau lebih memilih untuk tidak banyak berbicara dan membiarkan saya beristirahat, sedang Alif pada hari itu lebih banyak bermain dengan abinya. Saya mulai merasakan kaidah 7-38-55 saat tumbang, ternyata memang yang paling dominan dari berkomunikasi adalah Bahasa tubuh, walaupun saya tidak banyak bicara dan menyatakan perasaan saya, suami melihatnya dari Bahasa tubuh saya yang lemas, lesu, dan banyak tidur. Jazakillah abinya Alif...

TANTANGAN 10 HARI KOMUNIKASI PRODUKTIF (day 1)

Awal mendapatkan tantangan ini masih bingung, difikirkan, ditelaah, dikunyah  masih juga bingung.. bentuk komunikasi formalkah, komunikasi sehari-hari atau seperti apa.. belum terbayangkan… Dihari pertama dari tantangan saya baru bisa mengobservasi bentuk komunikasi dengan suami. Saya belum mengatakan bahwa ini tantangan yang diberikan IIP untuk para membernya. Saya ingin sedikit menceritakan pengalaman menjadi ibu muda yang baru memiliki anak.. Alifya, pagi itu badannya hangat, gejala batuk dan pilek. Agak parno sebenarnya, karena baru pertama mengalami, semalaman dede Alif rewel, tidur ga nyenyak, al hasil saya dan suami begadang kurang tidur. Segala bentuk perhatian buat dede diberikan sambil terkantuk-kantuk, antara sadar dan tidak sadar, akhirnya Alif tidur hingga pukul 05.00 pagi. Setelah itu Alif diasuh oleh Abinya, sedangkan saya tilawah dan membereskan ruangan yang berantakan. Selesai aktifitas rutin, qadarullah belanjaan bulanan habis, biasanya kami suka kepasar ba...