Langsung ke konten utama

Tantangan 30 Hari Beberes Kilat #Hari ke-4

Bismillahirrohmanirrohim
Alhamdulillah masuk hari ke-4 tantangan 30 hari beberes kilat. Inginnya ku bisa tepat waktu mengejar deadline tiap hari membuat jurnal, namun dihari keempat ini saat menjelang tidur saya kebablasan tak membuat jurnal hari sabtu jadinya yah sudah dirapelkan saja sampai hari ahad hihi. 
Hari ini saya memutuskan untuk tetap konsisten beberes kilat 30 menit dengan aktifitas beres-beres rumah, menyapu ruangan, halaman dan mencuci piring. Tak lupa kusiapkan stopwatch untuk menghitung waktu, seiring berjalannya waktu sampai selesai kegiatan domestikan saya lupa untuk mematikan stopwatch nya, alhasil saya tidak tau berapa lama mengerjakan tugas tersebut, kalau di handphone sih sampai 1 jam lebih, tapi itu sudah termasuk main sama anak, istirahat, rebahan dll. hihi sepertinya kurang dari 30 menit.
Selanjutnya kegiatan siang menuju ashar, saya beserta anak-anak berada dikebun belakang rumah, Abahnya anak-anak (kakeknya) lagi mencangkul tanah untuk ditanami singkong, sebelumnya kebun ditanami kacang merah, kucai, beberapa pohon cabai merah, pepaya, nangka dan singkong. Anak-anak sangat excited ketika diminta mengambil beberapa cabai yang sudah merah dan mengupas kacang merah. Ini menjadi pengalaman pertama bagi mereka, mengeksplorasi lingkungan sehingga tak begitu tergantung dengan gadget. Energi yang mereka punya juga dapat tersalurkan disini, berlari, mengamati tumbuh-tumbuhan, bercerita tentang banyak hal. Wahh pokoknya seru, sepertinya akan rutin diajak berkeliling kebun supaya mamak ga gampang terpancing emosi hihi.. alhamdulillah saya juga bisa melepas penat dirumah ketika berkegiatan dikebun. Sekian cerita hari ini dilanjut cerita berikutnya ya.. Wassalamu'alaikum wr wb
#institutibuprofesional
#hutankupucekatan
#tahapkepompong
#latihilmunya30hari
#day4

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...