Langsung ke konten utama

Tantangan 30 Hari Beberes Kilat 30 Menit #Hari Ke-7

Bismillahirrohmanirrohim
Alhamdulillah, masuk hari ke-8 dari tantangan 30 hari di Bunda Cekatan, begitu banyak perubahan yang terjadi pada diri saya terlebih pandangan terhadap bebenah rumah. Sebelumnya saya tipe orang yang cuek tentang kondisi rumah, mau rapih atau berantakan tak begitu saya hiraukan yang penting kebutuhan dasar penghuninya terpenuhi (makanan, pakaian, perhatian dll) sampai pada akhirnya saya sering melihat postingan teman-teman bunda cekatan lain yang nampak begitu bersih dan rapih melihat kondisi rumahnya. Kata orang sunda mah jadi kabita, ingin sekali memiliki rumah yang rapi, bersih dan enak dilihat. Sehingga saya putuskan untuk menantang diri 30 hari beberes kilat, walau terlihat sederhana hanya beberes, menyapu, mengepel lantai, bagi saya ini tantangan cukup berat karena harus merubah mindset agar berbenah itu menyenangkan dan membuat batin kita merasa puas. 
Selama 6 hari kebelakang, saya merasakan progres yang begitu besar, keadaan rumah yang biasanya berantakan mulai tersusun rapi secara bertahap, awalnya lantai saja, kemudian berlanjut ke buku-buku, yang agak berat itu ternyata di pakaian, padahal saya termasuk orang yang jarang sekali membeli pakaian baru, tapi masih banyak pakaian-pakaian lama dari jaman SMP dahulu, ternyata lebih banyak barang kenangan.
Berbenah rumah tetap berjalan tiap hari, namun untuk hari ini saya ingin mencoba memasak makanan dengan durasi 30 menit, apa bisa ya.. masak dalam waktu 30 menit tanpa food preparation ? saya ingin mencoba. Alhamdulillah hari selasa ini merupakan hari pertama shaum ramadhan, sehingga saya ingin mencoba memasak selama 30 menit. Hasilnya bisa dilihat sebagai berikut:
1. Menanak nasi dikukusan
2. Menggoreng tahu
3. Memotong wortel dan timun untuk dijadikan acar bumbu kuning
4. Membuat bumbu kuning

Ternyata setelah dicoba, saya masih kekurangan waktu untuk menumis bumbu kuning, waktu 30 menit tidak cukup tapi untuk trial error yang pertama kali hasil tersebut cukup memuaskan. Esok saya ingin mencobanya lagi.. 
Semangat berbenah, semangat menata rumah, semangat domestikan.. Maa Syaa Allah..
#institutibuprofesional
#hutankupucekatan
#tahapkepompong
#latihilmunya30hari
#day7

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...