Langsung ke konten utama

AYAH DAN BUNDA SEBAGAI PENDIDIK UTAMA FITRAH SEKSUALITAS ANAK (Review Materi Kelompok 5)


Diskusi oleh: Primaria Endah|Octy Viali Z|Mahya rafiah A| Sri Indah|Rasmi Widya R|Mori Shita

Mengapa Peran Ayah dan Bunda Penting?
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”
(QS An-Nisa : 9)
“Setiap anak dilahirkan diatas fitrah. Orangtuanyalah yang menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi. Sebagaimana permis/alan hewan hewan yang dilahirkan apakah kalian melihat pada anaknya ada yang terpotong telinganya” (HR Bukhari)

Apa itu Fitrah Seksualitas ?
Fitrah Seksualitas adalah tentang bagaimana seorang lelaki berfikir, bersikap, bertindak sebagai laki-laki. Juga bagaimana seorang perempuan bersikap, berpikir, bertindak dan merasa sebagai seorang perempuan.
Mendidik fitrah seksualitas sehingga tumbuh indah paripurna akan berujung pada tercapainya peran keayahan sejati bagi anak lelaki dan peran keibuan  sejati bagi anak perempuan. Buahnya berupa adab mulia kepada pasangan dan anak keturunan.

Ayah dan Bunda Menjawab Tantangan Fitrah Seksualitas
Prinsip Dasar :
1.       Ayah dan bunda harus konsekwen dan respek
2.       Berlandaskan agama
3.       Putuskan masa lalu: keluar dari tabu dan saru
4.       Tingkatkan pengetahuan dan keterampilan sebagai orangtua
Kiat Dasar :
1.       Jangan borongan : mulai sedini mungkin
2.       Proaktif- terlibat penuh : jangan tunggu anak bertanya
3.       Jangan sub kontrakkan tanggung jawab

Ø  Pastikan rejeki untuk keluarga halal
Ø  Mendidik anak mulai dari aspek aqidah, akhlak, social kemanusiaan dan jasmani
Ø  Ajarkan anak untuk membaca dan memahami Al-Qur’an
Ø  Menjadikan figure ayah sebagai sosok  lelaki sejati dan menjadi panutan keluarga
Ø  Mendidik anak sesuai gendernya

Pendidikan Seks Dapat Dilakukan Secara Bertahap Sesuai Usianya
Usia 1-5 tahun
1.       Kenalkan anggota tubuh secara detail
2.       Ajarkan anak siapa saja dan bagian tubuh mana yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh
3.       Ajarkan bagaimana cara mencegah anak dari kejahatan seksual

Untuk anak usia TK sampai SD
1.       Jalin komunikasi sehingga akan timbul keterbukaan anak pada orangtua
2.       Presepsi seks diarahkan pada jenis kelamin
3.       Penjelasan mengenai perbedaan fisik lelaki dan perempuan melalui pengenalan organ tubuh
4.       Menjelaskan cara merawat kesehatan reproduksi
5.       Mengajarkan anak untuk menghargai dan melindungi tubuhnya sendiri
6.       Menjelaskan secara ilmiah proses kehamilan dan persalinan secara sederhana
7.       Mempersiapkan masa pubertas
8.       Menjelaskan proses terjadinya mimpi basah dan menstruasi

Untuk Anak usia SMP
1.       Menjelaskan system organ seks dengan cukup detail
2.       Menjelaskan secara ilmiah proses kehamilan dan persalinan secara detail
3.       Menjelaskan kondisi patalogis tentang system organ seks
4.       Memberikan tanggung jawab moral dalam pergaulan
5.       Memberikan penjelasan tentang safe sex bukan hanya menghindari kehamilan tapi juga tentang penyakit seksual

Untuk Remaja tingkat SMA
1.       Menjelaskan lebih detail materi sebelumnya ditambah bahaya PMS (Penyakit Menular Seksual)
2.       Hubungan pria/wanita, tunangan, pacarana, pilihan hidup menikah / membujang
3.       Penguatan iman, akhlak, adab dan bicara


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...