Langsung ke konten utama

Mengamati Gaya Belajar (day8)

Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillah, pada tantangan kali ini sudah memasuki hari kedelapan. Hari ini saya sedang berada dirumah orangtua di Cimahi.
Saya diminta untuk membantu ibu memasak, sebenarnya saya tidak terlalu mahir memasak seperti ibu saya, tetapi saya mau belajar. Saya diminta memasak jantung ayam bumbu kecap. Bahan-bahan sudah tersedia, jantung ayam yang sudah direbus, bawang merah, bawang putih, merica, ketumbar, kemiri, daun salam, jahe laos dan yang tak ketinggalan kecap  (ini juga dikasih tau sama ibu hehe). Jadi sebenarnya ini hanya membuat bumbu halus, kemudin memasukkannya ke wajan, masukin jantung ayam nya daaann tunggu sampai matang, JADI !!!
hihihi..
It's so simple...

Kembali lagi, disini saya belajar, bagaimana menerima informasi yang didapatkan dari orangtua saya, mengolah sebaik-baiknya, dan saya ikuti step by step nya, terkadang saya konfirmasi ulang khawatirnya ada bumbu yang kelewat (keliatan banget ga bisa masaknya) yang pada akhirnya ternyata saya bisa menganalisis kemampuan belajar saya, yakni jika ada informasi saya tipe orang yang harus melakukan sesuatu secara berurutan, jika saya lupa saya konfirmasi ulang, terkadang sampai berkali-kali untuk memastikan apakah yang saya lakukan sesuai dengan prosedur yang seharusnya (hihi sesuai SOP bangeeett).

#HariKe8
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIip

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...