Langsung ke konten utama

Aliran Rasa Mengamati Gaya Belajar

Materi keempat pada tantangan kali ini mengenai gaya belajar anak, saat ini belum bisa saya aplikasikan terhadap anak dikarenakan usianya yang masih dibawah 1 tahun, alhasil saya fokuskan tantangan ini pada diri sendiri.
Hari pertama dan kedua, saya masih menganalisis gaya belajar yang seperti apa yang dominan pada diri saya, setelah dicoba diterapkan ketika membaca buku dan tilawah Al-Qur'an saya menemukan gaya belajar visual lah yang mendominasi. Terasa ketika membaca Al-Kahfi, saya butuh penggambaran tempat pada ayat-ayat tertentu yang menurut saya itu adalah kunci untuk mengingat.
Selain itu, ketika membaca buku saya lebih cepat menyerap informasi ketika digambarkan dalam khayalan. Pada hari selanjutnya, saya menguatkan gaya belajar visual ini untuk menghafalkan surat Ash-Shaff, dan alhamdulillah ini sangat membantu, mempercepat proses menghafal.
(menguasai style belajar kita akan mempercepat proses belajar)
Alhamdulillah Allah permudah segala urusan.. Semoga ilmu yang saya dapatkan ini dapat diaplikasikan sepanjang hidup saya. Aamiin..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...