Langsung ke konten utama

Mengamati Gaya Belajar (day7)

Bismillahirrohmanirrohim

Pada hari ini saya pergi ke Masjid Habiburrahman untuk setoran, saya telah mempersiapkan ziyadah surat Ash-Shaff dan murojaah dari surat Al-Mulk sampai surat Al- Muzzammil. Sebenarnya untuk murojaah saya masih agak ragu pada dua surat terakhir yaitu surat Al-Jinn dan Al-Muzzammil (karena kurang dipersiapkan). Ketika giliran saya dipanggil, saya memulai dengan surat Ash-Shaff dilanjutkan murojaah surat Al-Mulk, Al-Qalam, Al-Haqqah, Al-Ma'arij, Nuh, ketika membacakan surat Al-Jinn saya mulai merasa kurang percaya diri, sehingga beberapa kali mengulang surat ini, juga ketika saya melanjutkan kesurat Al-Muzzammil khawatir ada ayat yang terlewat, benar saja beberapa kali saya harus mengulang di ayat ke 9 sampai 12.
Saya berusaha mengingat awalan dari ayat tersebut, memvisualisasikan posisinya dimana, kata kunci dari ayat tersebut apa. Alhamdulillah ketemu dan bisa melanjutkan. Namun, ketika sampai pada ayat terakhir yang cukup panjang, saya mulai kehilangan konsentrasi, terasa sulit dan saat itu ingin menyerah, padahal tinggal 1 baris lagi, terbelit-belit dengan kata yang lain. Sehingga ustadz pun mulai membantu saya, sampai saya harus mengulang sekitar 5 kali.
Alhamdulillah setoran setengah juz lulus juga, dengan bantuan dari ustadz dan sedikit contekan. Catatan: Gaya belajar saya ini perlu dioptimalkan. hehe

#HariKe7
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIip

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...