Langsung ke konten utama

Mengamati Gaya Belajar (day1)

Bismillahirrohmanirrohim

Hari ini adalah hari pertama saya menjalankan tantangan Bunsay Level keempat.. game ini meminta kita untuk mengamati gaya belajar anak, karena usia anak saya dibawah 1 tahun, sehingga pada tantangan ini saya akan mengamati gaya belajar saya sendiri dan mungkin pada hari-hari berikutnya saya juga akan mengamati gaya belajar suami.
Kali ini saya masih menerka-nerka gaya belajar saya masuk kemana ya? visual, audio, kinestetik, atau gabungan? Visual, karena yang saya rasakan saya membutuhkan fokus yang lebih ketika membaca, membayangkannya, mencari suatu gambar yang bisa memberikan saya ingatan akan bacaan, dan perlu mencatat jika ada hal-hal penting dari suatu peristiwa. Namun, disisi lain, saya juga baru bisa fokus jika mendengarkan sebuah ilmu secara berulang-ulang (contoh: menghafal Al-Qur'an, materi dalam bentuk nyanyian) ini kan masuknya ke AUDITORY.
Saya coba aplikasikan ketika membaca sebuah buku, kebetulan ada satu buku yang sedang menarik perhatian saya, judulnya "API SEJARAH" Karyanya Ahmad Mansur Suryanegara buku ini mengupas tentang perjuangan ulama dan santri dalam menegakkan NKRI, saya sangat tertarik sekali apalagi dikatakan bahwa banyak sejarah-sejarah Islam yang tak terkupas dalam buku pelajaran sejarah disekolah.
Baru membaca beberapa halaman dari buku ini saya dibuat terkesima dan merinding. Bagaimana tidak, banyak sekali peristiwa yang disembunyikan oleh orientalis penjajah Indonesia dulu, Seperti kata "Jakarta" yang dulunya disebut "Jayakarta" nama ini terinspirasi dari surat AlFath yang artinya "Kemenangan" kemenangan umat islam yang berhasil mengusir penjajah di sunda kelapa. Ada juga yang tak kalah penting, kemerdekaan kita 17 agustus 1945 ini, bertepatan dengan hari Jumat, 9 Ramadhan 1364 terbayang sudah para pahlawan sebenarnya berasal dari umat Islam mengucurkan keringat, berbaris, berlelah-lelah untuk sampai menyatakan kemerdekaan nya, dan banyak peristiwa yang tidak bisa digambarkan.
Saat membaca buku ini saya mengambil sebuah analisa, gaya belajar saya termasuk dalam kategori VISUAL, karena ketika membaca saya membutuhkan gambaran, ilustrasi pada konten yang saya baca, saya lebih senang membacanya langsung dibanding dibacakan atau diceritakan, saya juga membutuhkan catatan-catatan penting untuk mengingat suatu peristiwa.
Namun, ini baru prediksi awal, kedepannya saya belum mengetahui gaya belajar yang dominan buat saya apa.

#harike01
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIip

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...