Hari ini kedatangan adik ipar
dari Cirebon, Nia namanya. Dia mendapat panggilan dari salahsatu perusahaan di Bandung.
Jika berbicara dengannya ada perasaan belum berani, takut salah dan khawatir
malah menyinggung perasaan. Mungkin karena
jarang bertemu, dan jarang mengobrol jadi suasananya dingin.
Saya coba bertanya beberapa hal
agar suasana mencair, seperti “tadi tes nya gimana?” “pengumuman hasilnya
kapan?” dan beberapa pertanyaan seputar pekerjaan. Ternyata ia pun menjawabnya
Nia: “tesnya sampai jam 2, ada tes
tulis sama tes kebidanannya ” (Nia ini sekolah di kebidanan loh hehe)
Nah ternyata dimalam itu juga ia
mendapat panggilan kerja di Bekasi, ia bercerita ketika kita bertiga sedang
berkumpul (saya, Nia dan suami)
Nia: “A.. gimana ini, milih yang
di Bekasi atau di Bandung? Tapi yang di Bandung mah belum pasti, masih nunggu
pengumuman wawancara, yang di Bekasi mah udah pasti diterima”
Suami: “nunggu pengumuman yang di
Bandung aja dulu kalo masih ada waktu mah, tapi nanti gimana kalo keterima? Mana
yang mau diambil? Telepon Mih atuh.. minta sarannya” (Mih: sebutan kita ke ibu
yang dicirebon)
Me: “ia… nunggu sampai wawancara
nya beres aja” (sembari saya menceritakan pengalaman adik saya yang sempat diterima
di 2 tempat kerja)
Disini saya tidak terlalu
dominan, lebih banyak menyimak perbincangan mereka. Kali ini saya memposisiskan
diri menjadi pendengar yang baik, mencari waktu yang tepat untuk berbicara,
mengobserasi keadaan dan memberi tanggapan semampu saya.
Disiang harinya, ketika suami mengantarkan
Nia ketempat tes kerjaan yang jaraknya cukup menyita waktu, handphone suami tertinggal, jadilah saya tak bisa
menghubungi. Ingin nya saya suami menunggu di kantor pusat sampai Nia selesai
tes, namun ternyata, hanya sekitar 2 jam suami sudah sampai rumah. Saya agak bad
mood dan mengungkit-ngungkit “kenapa
ga gini… kenapa ga gitu….” Membuat suami merasa bersalah. Setelah sore, barulah
saya sadar ada yang salah dari ucapan saya, bukannya memberikan solusi malah fokus
terhadap masalah T-T
Ini yang masih menjadi peer saya,
terkadang sadar dan tanpa sadar saya sering mengatakan apa yang tidak ingin
dilakukan, padahal seharusnya saya mengatakan apa yang sebenarnya,
mengatakan apa yang ingin dilakukan. Karena belum tentu pasangan mengerti
dengan keinginan kita, jika kita tidak mengatakan yang sebenarnya.
Masih berusaha Observasi,
Lakukan, Evaluasi
#harike5(nalaremosi)
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Komentar
Posting Komentar