Langsung ke konten utama

Semangat Konsisten (PeeR) !!! (day 9)

Hari kesembilan tantangan melatih kemandirian biasanya saya awali dengan kegiatan domestik, dari subuh sampai pukul 06.00 biasanya jadwal me time, dilanjutkan dengan beres-beres, mandi plus mandiin Alifya selesai pukul 07.00, setelah itu nyuci baju sampai pukul 08.00. Pada hari itu, saya berencana untuk memasak, karena keterbatasan waktu, untuk belanja kepasar saya delegasikan kesuami, jadi setelah saya beres nyuci tinggal nyiapin untuk memasak.
Kali ini suami belanja tahu, sawi hijau, tauge serta ikan bawal, tanpa pikir panjang langsung nyalain kompor, bikin tumis sawi-tahu plus bumbu ikan.  Untu urusan memasak saya merasa masih amatir, butuh waktu 1 jam untuk menyelesaikan 2 masakan, hehe itupun ketika goreng ikan dibantuin suami (karena saya ga bisa ngebalikin ikan, takut kecipratan minyak) hehe
tepat pukul 09.00 jadilah 2 menu sarapan yang siap disantap,  sayangnya untuk kali ini saya tidak mendokumentasikan hasil masakan saya dan suami, keburu laper dan lauknya habis hehe..
Kegiatan yang saya lakukan masih jauh dari kata mandiri, saya masih perlu oranglain (terkhusus suami) untuk menyelesaikan beberapa kegiatan yang tidak tertangani oleh saya. Saya jadi mengetahui kemampuan saya sungguh sangat terbatas, masih banyak yang perlu diperbaiki, dilatih dan istiqomah.

#HariKesembilan
#Tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...