Bismillahirrohmanirrohim
memasuki hari ke 8, tantangan komunikasi produktif kali ini saya kembali mengomunikasikannya dengan pasangan. Hari ini, saya kebagian jadwal untuk mengajar tahsin di kantor jadwalnya pukul 13.00. Sebenarnya ini rutinitas yang biasa saya kerjakan, sebelum mengajar, biasanya saya membeli makan siang untuk kami berdua.
Qadarullah saat itu ba'da dzuhur hujan lebat, yang biasanya saya keluar untuk membeli makanan tertunda sampai sekitar pukul 14.00 dengan rasa bersalah karena memang tidak ada stok makanan, saya bilang ke suami "Mas nanti ya, beli makanmya nunggu reda" Suami jawab "iyaa.."
sampailah pada saat hujan mulai reda, saya bergegas keluar membeli makanan, disaat yang sama de Alifya bangun dari tidur, (saya tau ini dari suami) namun, khawatir hujan bertambah besar, saya buru-buru keluar. Jadilah Abinya yang menenangkan Alifya.
Selama proses membeli makan, saya berpikir kenapa saya malah tidak bergegas menghampiri Alifya, ada perasaan bersalah disana, "bagaimana kalau Alif pengennya menyusu? bagaimana kalau Alif pengen sama umminya?" banyak pertanyaan pertanyaan yang muncul,ternyata ketika saya sampai rumah Alifya sudah tenang dengan Abinya.
Disini saya mengambil pelajaran bahwa, terkadang kita harus sensitif terhadap keadaan, apalagi ketika kita sudah menjadi seorang ibu, prioritas utama adalah keluarga, terkadang saya masih mengabaikan atau cuek dengan masalah ini, padahal pada saat saat tertentu posisi kita sebagai istri dan ibu tidak bisa digantikan oleh siapapun
#harike8(harussensitif)
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Komentar
Posting Komentar