Langsung ke konten utama

Belajar Mendongeng (day7) Bernyanyi Lewat Boneka

Bismillahirrohmanirrohim

BERNYANYI LEWAT BONEKA

Hari ini saya masih menggunakan boneka tangan untuk mengajak Alifya berdialog, menceritakan seekor kelinci yang ingin mengenalkan anggota tubuh dengan bernyanyi.

Diawali dengan memperkenalkan boneka tangan tersebut dengan suara yang lucu, Alifya mulai merespon ingin mengambil boneka kelinci dari tangan saya.

"Assalamualaikum Alifya... aku kelinci... yuk kita main yuk.. Sekarang main apa ya?? Hmmmm... Kita nyanyi yaa nyanyi lagu ini... "

Sambil menggerak-gerakkan si boneka mulailah saya bernyanyi

"Alif ikutin ya... "

"Kepala.. pundak lutut kaki lutut kaki"

Sambil memegang anggota tubuh yang disebutkan, saya ulangi beberapa kali, selain itu lagu Anak sehat juga sempat dinyanyikan dengan mengubah liriknya..

"Alif anak sehat, tubuhnya kuat
Karena ummiku rajin dan cermat
Selama aku bayi, selalu diberi asi
Makanan bergizi dan imunisasi" dan seterusnya...

Terkadang Alif menunjukkan ekspresi greget, ingin merebut mainan, terkadang juga cuek. Saya menyelingi permainan ini dengan permainan yang lain. Jika fokusnya sudah hilang, saya mencari ide mengalihkannya dengan menyalakan lampu hias warna-warni.

Alif begitu menyukainya, jika saya tunjukkan lampu, ia akan mulai menunjuk-nunjuk lampunya sambil bilang "uuhh uuhh uuhh" mungkin maksudnya lampu. Sambil menggerakan kedua kakinya keatas dan kebawah.
Disini juga saya selipkan kalimat singkat

"Alif.. lihat lampunya, kerlap-kerlip ya.. warnanya ada banyak, ada warna merah, warna biru, warna hijau.. bagus ya de, lampunya lagi seneng jadi warnanya berubah-ubah"

Alifya pun menunjukkan rasa senangnya dengan berjingkrak jingkrak. Alhamdulillah

#Tantangan10Haru
#GameLevel10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...