Langsung ke konten utama

Belajar Mendongeng (day1) "Boneka Pink"

BONEKA PINK

Bismillahirrohmanirrohim

Hari pertama tantangan level 10 ini dimulai ketika Alifya sedang bermain boneka pink yang diberikan oleh tetangga sebelah, Alif begitu menyukai boneka pink tersebut, ia sering memainkannya, memeluk dan menggendongnya.

Saya mempunyai ide untuk membuat sebuah cerita ringkas tentang boneka pink itu, saya mencoba memainkannya dan membuat boneka tersebut bersuara sehingga bisa berbicara dengan Alifya.

"Alif Alif !!! Ayo... main sama aku.."

sahut boneka, Alif kadang memperhatikan kadang juga cuek karena belum mengerti

"Aku mau naik perahu.. yuuuhuuuu.. perahunya besaaarrrr"

perahunya pakai tempat insting, saya geser dihadapan Alifya, ke kanan dan ke kiri

"Alif.. Alif... mau ikut ga? Ayo kita jalan-jalan..."

Usaha saya belum begitu berhasil menarik perhatian Alif, akhirnya saya berpikir agar Alif saja yang memainkan boneka tersebut

"Alif sholehah, ini bonekanya pengen digendong sama dede, nih.. digendong ya bonekanya.. disayang ya bonekanya... sayang.. sayang... sayang boneka... Alif sayang boneka...gimana kalau sayang boneka? "

Saya berikan boneka pink itu kepada Alifya, ia segera memeluk dan mendekap boneka tersebut sambil menggerakkan badannya ke kiri dan kekanan.
Begitulah ia kalo saya instruksikan untuk menyayangi boneka, ia mendekap dan menggerakkan badannya. Saya coba memakai benda lain, "bebek karet"
Ternyata responnya sama, ketika saya bilang, Alif disayang bebeknya... ia pun memeluk bebek karet tersebut dan menggerakkan badan ke kiri dan ke kanan.

Karena Alifya belum bisa berkomunikasi dua Arah, saya mencoba bercerita monolog dan menyelipkan nilai-nilai yang ingin saya terapkan kepada Alifya. Dengan perantara boneka pink, Alhamdulillah itu cukup efektif untuk menstimulasi indra perasaannya.

#Tantangan10Haru
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...