Langsung ke konten utama

Melatih Kecerdasan Emosional dan Spritual (day10)

Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillah sudah memasuki hari terakhir pada tantangn game level 3 ini, tak terasa begitu banyak moment yang tak bisa dituliskan seluruhnya, hanya sebagian kecil saja yang saya tuliskan disini. Hari ini bertepatan dengan hari sabtu jadwal saya mengikuti kajian Ust. Saiful Islam Mubarak, tak lupa saya mengajak Alifya ikut serta, selama kajian berlangsung Alhamdulillah Alifya bageur, anteng sesekali ia bermain dengan kunci yang saya bawa, sesekali juga ia diajak bermain oleh santri tahfidz MAQDIS.
Kejadian yang akan saya ceritakan ialah setelah saya dan Alif kembali kerumah, qadarullah cuaca mendung dan gerimis. Bergegaslah saya ingin mengangkat jemuran, namun diwaktu yang bersamaan Alif menangis tak mau ditinggal, saya berusaha menenangkan nya tapi tak berhasil, ia hanya ingin digendong tak mau ditinggal. Alhasil saya pun mengambil jemuran sambil menggedong Alifya, cukup repot hehe, tapi mau bagaimana lagi, tak ada orang lain yang bisa dititipi Alifya.
Setelah itu saya mencoba sounding ke Alifya "dede, ummi nya mau angkat pakaian dulu, dede disini dulu yaa, sebentar kok, ga lama.. " yang namanya anak kecil baru 6 bulan kan belum mengerti, jadi saya tetep memberinya pengertian secara logis. Harapannya semoga dengan sering diberitahu ia menjadi mudah menerima ketika Umminya harus mengerjakan pekerjaan domestik, dan untuk beberapa saat ia harus ditinggalkan.

#TantanganHariKe10
#KuliahBunsayIip3
#GameLevel3
#KitaBisa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...