Langsung ke konten utama

Melatih Kecerdasan Emosional dan Spiritual (day3)

Bismillahirrohmanirrohim

Pada tantangan hari ketiga game level 3 ini saya masih mengangkat tema melatih kecerdasan emosional dan spritual de Alifya, sebelumnya saya baru menyadari bahwa Alifya sudah bisa diajak duduk walau masih dibantu dengan sandaran, saya baru ngeh setelah kemarin saya ajak ikut pengajian dan setelah saya amati lagi, ternyata dia pun sudah mulai maju dan mundur ketika posisi tengkurap Maa Syaa Allah.. tak terasa perkembangan Alifya yang begitu cepat.
Hari ini dirumah hanya ada saya dan Alifya setelah abinya berangkat kerja, jadilah pekerjaan rumah saya kerjakan diwaktu senggang ketika Alifya tidur atau sedang bermain, sambil di sounding setiap mau pergi mengerjakan sesuatu "Alif ummiya kedapur sebentar ya, nyiapin makanannya Alif" atau "Alif ummi mau jemur baju dulu ya, dede disini dulu" "Alif yuk jalan-jalan kita belanja sayuran" (terkadang Alif saya baru kewarung sayuran buat nemenin ngobrol hhe)
Seperti Ibu dan anak pada umumnya, terkadang ketika kita mengerjakan sesuatu anak memanggil dan menangis, tapi saya usahakan untuk menjaga emosi saya ketika menangani Alifya, bersikap tenang agar tak terpancing emosi. Dan itu cara yang ampuh sehingga kita tak terbawa stress, untuk Alifya sendiri saya mencoba membiasakan nya untuk mengetahui bahwa umminya punya kegiatan lain, harapannya jika sudah mengerti Alif bisa memaklumi bahwa ada waktu tertentu yang umminya tidak bisa terus bersama nya.

#TantanganHarike3
#KelasBunsayIip3
#Gamelevel3
#KamiBisa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...