Langsung ke konten utama

Aliran Rasa Melatih Kecerdasan Emosional dan Spritual Alifya

Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillahirobbil'alamin, kini sudah memasuki aliran rasa tantangan ke tiga dikelas Bunsay.. pada aliran rasa kali ini saya ingin mengungkapkan begitu banyak perrkembangan Alifya di usianya yang menginjak 7 bulan bertepatan dengan tanggal 26 januari kemarin.
Alifya, menurut saya belajar dengan begitu cepat, awal bulan semasa pindah kontrakan ia belajar makan mpasi dan sudah bisa duduk dengan tegak, tak lama setelahnya ia bisa berguling-guling mengitari kasur sampai bisa turun dari kasur tanpa menangis, ditinggal untuk mengerjakan pekerjaan domestik alhamdulillah kadang ia anteng dengan mainannya, dan masih banyak lagi perkembangan-perkembangan yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Terkadang berpikir begitu cepatnya usaha seorang bayi untuk belajar Maa Syaa Allah.. Dari sisi kecerdasan emosional nya saya berusaha untuk terbuka dengan Alifya, ketika ia menangis saya mencoba mengungkapkan emosi nya sedihkah, ada sesuatu hal yang membuatnya kesal, marah, kaget dll atau ketika ia tertawa, adakah yang lucu, membuatnya senang dst saya berusaha mengungkapkan apa yang ia rasakan. Dari segi kecerdasan spritualnya, hampir disetiap selesai shalat subuh atau dilain waktu saya coba mengajaknya bertilawah dipangkuan saya, kadang ia tiduran atau duduk dan mendengarkan saya bertilawah sehingga ia terbiasa dengan Al Qur'an. Alhamdulillah ia senang ketika disodorkan Al-Qur'an.

Semoga apa yang kami lakukan untuk Alifya saat ini menjadi awalan yang baik bagi perkembangan kecerdasan emosional maupun kecerdasan spritual nya. Adapun untuk kecerdasan intelektualnya kami merasa itu akan mengikuti sebagaimana kecerdasan-kecerdasan lain yang berkembang. Kami berusaha memberikan kebiasaan-kebiasaan yang baik pada Alifya, semoga itu menjadi bekalnya ketika beranjak dewasa kelak. Aamiin.....

#Aliranrasa
#GameLevel3
#KelasBunsayIip3
#Kitabisa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...