Langsung ke konten utama

Melatih Kecerdasan Emosional dan Spritual (day7)

Bismillahirrohmanirrohim

Memasuki hari ketujuh tantangan melatih kecerdasan emosional dan spritual Alifya, kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya membawanya belanja ke warung sayur.
Jarak antara rumah kami dengan tempat penjual sayur tak terlalu jauh sekitar 300meter, sebelumnya kami baru datang dari Cimahi (berkunjung kerumah orangtua saya) sehingga persediaan bahan makanan belum ada. Sesampainya di TKP ternyata ada mba jamu yg datang. Alif bertemu dengan orang-orang baru, namun ia tak kagetan, dia merasa nyaman ketika diajak berinteraksi dengan oranglain. Saya merasa ia mudah sekali bersosialisasi dengan orang, dan tempat yang baru.
Alhamdulillah hal ini memudahkan saya untuk meminta bantuan (nitipin) Alif ke oranglain. Sebenarnya sejak usia 2 bulan Alif sering saya ajak jalan-jalan entah itu ke kampus, ke kantor atau ketempat wisata seperti balaikota, alun-alun, sehingga ia tak asing dengan dunia luar. Alhamdulillah positif nya sekarang jika ia bertemu dengan orang yang tak dikenal sebelumnya dia tidak kagetan, malah senang diajak bermain. Ini salahsatu kecerdasan yang saya latih pada Alifya

#TantanganHariKe7
#KelasBunsayIip3
#GameLevel3
#KamiBisa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...