Langsung ke konten utama

Zona Passion (Passion Canvas)

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Alhamdulillah kali ini sudah masuk tantangan ke-3 Zona Passion yang materinya dibawakan oleh bu Septi langsung. Beliau membahas tentang Live Stage passion yang biasanya dilalui oleh manusia, terdiri dari 4 live stage yang masing-masing diberi rentang waktu selama 20 tahun, berikut pemaparan ringkasnya:
1. Fundamental Live Stage
Tahap ini dimulai dari usia 0-20 tahun, pada usia ini biasanya manusia cenderung energik, imajinatif, senang bereksplorasi dan mencari solusi, senang mempelajari hal baru, mengumpulkan berbagai informasi untuk diolah.

2. Forefront Live Stage
Biasanya usia ditahap ini antara 20-40 tahun, bukan hanya senang belajar manusia di tahap forefront live stage biasanya sudah mulai memikirkan penghasilan, ingin mandiri, mencari pasangan hidup, finansial cukup bagus dan mulai membangun reputasi diri serta berkomunitas.

3. Foster Live Stage
Usia tahap ini kisaran 40-60 tahun, biasanya relatif lebih mapan daripada fase sebelumnya, mulai senang berbagi,  mindlife krisis dan mulai refleksi diri dan mulai berkontribusi untuk mendukung sesama.

4 Final Live Stage
Tahapan terakhir ini berkisar dari usia 60-80 tahun, pada tahap ini pandangan hidup seseorang lebih bijaksana, bisa lebih menghargai setiap moment kehidupan yang dilalui, terdorong utuk membantu sesama dan memiliki banyak pengalaman hidup.

Dari keempat live stage yang dijelaskan bu Septi, saya merefleksikan diri sudah sampai tahap manakah posisi saya? setelah merenung dan mengingat-ngingat berbagai hal yang telah dilalui ternyata saya masih masih di 2 stage fundamental dan forefront. Fundamental karena saya masih banyak belajar berbagai hal tentang kehidupan dari sisi keilmuan, bersosialisasi dengan kerabat dan tetangga, mengasuh dst, sedangkan untuk keilmuan tahsin saya merasa berada di stage forefront karena sempat menjadi pengajar tahsin dan senang berkomunitas dengan teman-teman yang se-profesi. 

Setelah kami menyimak pemaparan Bu Septi, saya dan teman-teman di Ch Pesona bergegas untuk mengatur jadwal diskusi. Diskusi kami cukup alot karena ada beberapa rekan yang sambil bekerja diranah publik sehingga untuk berkumpul disatu waktu agak terhambat. 

Dengan membawa passion Canvas masing-masing hexagonia, kami mulai berdiskusi. Karena ada 2 passion di Ch kami ( Agama & Pemberdayaan Sosial) agak bingung menentukan project apa yang akan kita angkat. Setiap hexagonia memiliki passion yang unik ada tentang tahsin, tadabur, tafsir, hadist, fiqh, kesehatan iman-imun, pemberdayaan masyarakat dilebur menjadi satu project yang berkesinambungan. 
Berikut Passion Canvas punya saya
Sampai pada hari Sabtu malam, kita belum menyepakati project passion yang akan di usung, akhirnya mba Nurul selaku leader kita berinisiatif untuk membuat pertemuan lewat aplikasi zoom. Dengan beberapa anggota yang hadir saat itu akhirnya terbentuklah project passion yang insyaAllah akan kami laksanakan, berikut hasil dari pertemuan dadakan. Saat itu saya tidak ikut hadir karena sedang diluar kota dan ternyata untuk membuka aplikasi zoom terganggu sinyal, akhirnya saya ikut kesepakatan bersama.
Nama Project Passion : Al-Qur'an is My Way

Durasi Project Passion : 6 Bulan

Jenis Project Passion : 
1. Produk Podcast tadabbur ayat dan sociopreuneur (free)
2. Kelas Tahsin (berbayar jasa)

Solusi yang ditawarkan :
1.Menjadi wadah hexagonia untuk belajar tadabbur Al-Qur'an yang dari sini kita bisa mendapatkan solusi di seluruh aspek kehidupan mulai dari kesehatan, pendidikan, kesejahteraan ekonomi dan sosial
2. Memfasilitasi hexagonia yang ingin belajar memperbaiki bacaan Al-Qur'an
3.Menjadi wadah berkembangnya sociopreuneur di Hexagon City

Bismillah, semoga rencana awal ini menjadi jalan untuk kami para hexagonia berkembang dan berkontribusi di kota produktif Hexagon City.

Salam dari kami para hexagonia.. tunggu kegiatan kami selanjutnya yaa...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...