Langsung ke konten utama

Mengenal dan Membangun Struktur Kota


Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Alhamdulillah dipekan ini kami para hexagonia telah selesai melaksanakan pemilu untuk memilih walikota baru. Hiruk pikuk keseruan di dua pekan ini begitu terasa, mulai dari pencalonan bakal walikota, penyampaian visi misi para kandidat, live kampaye di kota hexagon sampai tiap kandidat blusukan ke setiap cluster untuk mendapat dukungan dari para warganya. Antusias itu yang saya rasakan melihat ritme pemilu hexagon city ini seperti benar-benar nyata padahal kan ini kota virtual. Terasa sekali emak-emak disini begitu serius ingin membangun kota impian. 
Pemilu di Hexagon City ini sungguh terasa berbeda, ini merupakan pemilihan pertama saya sebagai warga hexagonia yang dilakukan secara virtual, sayapun bisa langsung melihat hasil quick count para kandidat, ikut merasakan nervous, deg-degan dan luapan kesenangan. Terasa sekali euforia para kandidat dan timses masing-masing. Keriuhan suasana kampanye saat blusukan ke setiap cluster juga sangat terasa. Berasa ikut ambil peran didalamnya padahal saya lebih banyak menonton hihi.. semoga di pekan-pekan  selanjutnya saya bisa lebih aktif lagi dikota virtula ini.

Berikut visi misi para kandidat Walikota Hexagon City, Maa Syaa Allah melihat visi misi dari para kandidat semakin bersemangat untuk ikut berkontribusi di kota virtual ini..

1. Meilya Novira
2. Raisa Dea
3. Eka Nurbaeti
4. Arlin Rifina
5. Anandita Intan 
6. Yunafi'atul Aniroh
Setelah memaparkan berbagai rencana program saat kampaye saatnya kami menyaksikan Analisa Pengamat oleh Pak Dodik dan bu Septi, dengan pembawaan yang santai namun tetap memberikan masukkan yang sangat inspiratif membuat waktu 1 jam tak terasa. Saya pun mendapatkan point-point penting saat menyimak diskusi beliau seperti berikut ini:
Selamat kepada mba Meilya Novira yang telah terpilih menjadi Walikota hexagon City perode 2021-2022 semoga bisa menjalankan Amanah ya mba, merangkul warganya agar bisa memberikan ide dan gagasan yang kreatif dan solutif


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...