Alhamdulillah... Akhirnya sampai juga diakhir tahap telur - telur, sebelum melanjutkan ketahap ulat kami diminta untuk mengalirkan rasa selama berada ditahap telur - telur. Berbagai macam perasaan campur aduk ketika mengikuti pekan demi pekan. Ada perasaan senang, cemas dan bingung, benar tidak ya yang saya pilih ini, melihat jurnal teman - teman yang lain kok terasa lebih wah ya..
Ingat pesan kunang - kunang dan magika, kita harus pasang kacamata kuda, apa yang kita butuhkan belum tentu sama dengan yang oranglain butuhkan, memang benar pernyataan rumput tetangga selalu lebih hijau dibandingkan dengan rumput sendiri. Oleh karena itu, mari kita hijaukan rumput kita sendiri.. hihi
Sebelum masuk ke The Junggle of Knowledge saya harus memantapkan diri ilmu apa yang ingin saya pelajari / kuasai selama Bunda Cekatan ini. Waktu perjalanan cukup singkat 5 - 6 bulan kedepan. Menelaah kembali telur - telur yang telah dibuat, mulai dari telur hijau tentang melacak 5 kekuatan diri :
Kemudian, dipekan kedua memilah keterampilan yang penting dan mendesak. Ternyata ditelur ini saya hanya menemukan 1 kaitan dengan telur hijau, saya mem-breakdown kekuatan membersihkan rumah. Karena menurut saya keterampilan beres - beres rumah merupakan hal yang urgen setiap keluarga pasti memerlukannya.
Selanjutnya, dipekan ketiga (telur oranye) saya diminta untuk menuliskan cara belajar yang "gue banget" . Bentar - bentar, ini berkaitan ga sih sama telur merah dan telur hijau? kok saya bingung sendiri. Saya lanjutkan saja me-list cara belajar sesuai degan keterampilan ditelur merah:
Dipekan keempat, mulailah terbuka semua yang saya tulis. Kami diminta untuk membuat peta belajar. Peta pikiran yang akan menuntun perjalanan selama di Bunda Cekatan. Ternyata setelah ditelaah lebih dalam, dari telur hijau sampai telur oranye saya menemukan korelasinya. Dan inilah peta belajarku.. Peta yang akan membawa saya ke The Junggle of Knowledge
Mengelola emosi dan mengatur rutinitas sedemikian rupa agar saya bisa lebih fokus belajar Tajwid Jazariyyah.
Tujuan utamanya saya ingin memurojaah dan memahami buku Tajwid Jazariyyah, namun, ada penghalang - penghalang yang perlu diatasi, salahsatunya ialah mengelola emosi dan mengatur rutinitas harian. Oleh karena itu, ketiga unsur tersebut ingin saya pelajari lebih dalam agar tujuan utama saya tercapai.
Alhamdulillah, sebelum memasuki Hutan Kupu-kupu saya telah membawa peta, semoga ketika berada dihutan saya tidak tersesat. Memegang erat peta belajar, teropong dan ransel yang menjadi bekal selama perjalanan Bunda Cekatan. Jangan lupa pake kacamata kudanya yaaa....
#aliranrasa
#hutankupucekatan
#institutibuprofesional
#bundacekatanbatch2
Komentar
Posting Komentar