Langsung ke konten utama

Jurnal Zona H ( Habbit)

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh..
Alhamdulillah setelah menyimak materi dari Ibu Septi pada tanggal 24 November 2021 pekan kemarin kami memasuki zona habbit. Habbit yang kita bangun disini adalah kebiasaan yang bisa membuat kita produktif mengerjakan project passion yang telah kita buat dengan teman-teman di Ch Pesona.

Project Passion kami adalah membuat kelas tahsin dan kelas taddabur, adapun programnya ada yang gratis dan berbayar. 
Untuk yang gratis kami menggunakan fasilitas kota seperti Youtube dan Podcast, sedangkan yang berbayar kami menggunakan aplikasi Zoom.
Untuk mengefisienkan diskusi kami memutuskan untuk membuat 2 buah tim, tim tahsin dan taddabur. Saya memilih masuk ke tim tahsin bersama 2 orang lainnya mba Ika dan mba Binti. Disini kami berdiskusi cukup intensif walau tak dipatok oleh waktu sebisa mungkin kami memberi masukkan secara materi dan teknis.

Template Hexa Habbit
Di zona H ini saya memutuskan untuk menguatkan habbit bertilawah sebanyak 2 lembar perhari serta membaca materi- materi tahsin untuk menunjang proses pembuatan video tahsin. Berikut twibbon yang kubuat:
Selain saya, teman-teman yang lain juga membuat hal serupa, habbit yang akan menguatkan karakter kami untuk mengerjakan project passion. 

Berikut Self Evaluation Habit To Nation punya saya, saya memulai dari tanggal 28 November sampai 30 hari kedepan

Pada tim tadabbur kami berdiskusi dengan mba Lina Dewanto dkk, beliau yang mendalami ilmu ini membagikan langkah-langkah untuk tadabbur. Maa Syaa Allah ilmu yang beliau sampaikan sangat berguna bagi kami untuk mentadaburi Al-Qur'an, ternyata banyak instrumen-instrumen yang kita butuhkan untuk mentadaburi ayat-ayat Al-Qur'an, mba Lina meminta kami untuk memulai dari surat Al-Fatihah kemudian surat-surat pendek di akhir Al-Qur'an. Merinci lebih dalam tentang surat yang dibahas mulai dari keutamaan surat tersebut, awal dan akhir ayat bercerita tentang apa, adakah pengulangan kata dalam surat tersebut dan apa dibalik pengulangan itu semua kita dalami dan merasakan perbedaannya. Sungguh, materi yang perlu dimaknai dengan hati. 
Dari sana kita bisa mengambil pelajaran untuk diamalkan dalam kehidupan. 

Road Map Project Passion
Setelah berdiskusi cukup alot, kami memutuskan untuk membuat 3 buah milestone yang akan menjadi peta perjalanan kami dalam mewujudkan project passion. Berikut Milestone yang dibuat:
Semoga roadmap yang telah kami buat bisa dijalankan dengan maksimal. Perjalanan project passion ini masih panjang, semoga kami semua bisa istiqomah tetep semangat teman-teman... 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...