Langsung ke konten utama

Mendidik Anak Cerdas Finansial (day2)

Bismillahirrohmannirrohim

Memasuki hari kedua, saya masih ingin mendeskripsikan makna rejeki yang saya rasakan, diaplikasikan dengan kegiatan Alif sehari-hari. Setelah kemarin ia berobat, Alif mendapat 2 resep obat (antibiotik dan obat pileknya), namun saat dirumah, tak saya berikan dengan alasan antibiotik itu harus dihabiskan, sedangkan Alif sangat susah untuk minum obat, setiap dikasih obat selalu ia tolak, kalaupun masuk itu harus dipaksa sampai ia nangis kejer. Daripada obatnya tak habis, dan dosisnya ditingkatkan, saya putuskan untuk tidak meminumkannya. Sebagai gantinya, saya paksakan Alif meminum madu dan vitamin agar ia nafsu makan.
Hari ini tak bayak makanan yang masuk. Madu, vitamin, bubur ayam, sampai bubur instan dicoba, yang masuk mulutnya hanya sedikit, berat badannya Alif pun turun secara drastis..
Tentang rejeki, diminggu-minggu ini sedang diuji kesabaran umminya, tentang makannya Alif, sakitnya Alif. Terkadang apa yang kita inginkan tak selalu kita dapatkan, kita harus menunggu, menunggu momen yang tepat, yang Allah telah tetapkan. Ikhtiar harus terus dilakukan agar hasilnya maksimal.

#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...