Langsung ke konten utama

Captive Portal

Captive Portal adalah suatu teknik autentikasi dan pengamanan data yang lewat dari network internal ke network eksternal. Captive Portal sebenarnya merupakan mesin router atau gateway yang memproteksi atau tidak mengizinkan adanya trafik, hingga user melakukan registrasi. Biasanya Captive Portal ini digunakan pada infrastruktur wireless sseperti hotspot area, tapi tidak menutup kemungkinan diterapkan pada jaringan kabel.

Berikut cara kerja Captive Portal : Pada saat seorang pengguna berusaha untuk melakukan browsing ke Internet, captive portal akan memaksa pengguna yang belum terauthentikasi untuk menuju ke Authentication web dan akan di beri prompt login termasuk informasi tentang hotspot yang sedang dia gunakan. Router / wireless gateway mempunyai mekanisme untuk menghubungi sebuah Authentication server untuk mengetahui identitas dari pengguna wireless yang tersambung, maka wireless gateway akan dapat menentukan untuk membuka aturan firewall-nya untuk pengguna tertentu.

A captive portal ternyata adalah sebuah Web browser ke dalam perangkat otentikasi. Hal ini dilakukan dengan mencegat semua paket, terlepas dari alamat atau port, sampai user membuka browser dan mencoba untuk mengakses Internet. Pada Saat itu browser ini dialihkan ke halaman web yang membutuhkan otentikasi, atau hanya menampilkan acceptable use policy dan meminta user untuk setuju.

Ada beberapa cara untuk menerapkan captive portal.

Redirection oleh HTTP
Jika klien yang tidak terauthentikasi melakukan permintaan untuk menampilkan sebuah situs web, DNS server mendapatkan permintaan resolve IP alamat web oleh browser seperti biasa. Browser kemudian mengirimkan permintaan HTTP ke alamat IP. Permintaan ini, kemudian dicegat oleh firewall dan diteruskan ke sebuah server redirect. Server redirect ini menanggapi respon HTTP yang berisi kode status HTTP 302 untuk mengarahkan klien ke Captive Portal. Untuk klien, proses ini benar-benar transparan. Klien mengasumsikan bahwa situs web menanggapi permintaan awal dan mengirim redirect.

IP Alias
Lalu lintas Klien dapat juga diarahkan dengan menggunakan IP pada tingkat layer 3. Metode ini memiliki kelemahan yaitu konten yang disajikan kepada klien tidak sesuai dengan URL.

Redirection oleh DNS
Ketika klien meminta sebuah situs web, DNS server diminta meresolve alamat adalah browser. Firewall akan memastikan bahwa hanya server DNS yang diberikan oleh DHCP yang dapat digunakan oleh klien yang tidak terauthentikasi (atau, sebaliknya, akan meneruskan seluruh permintaan DNS oleh klien tidak terauthentikasi ke server DNS). Server DNS ini akan mengembalikan alamat IP dari halaman Portal Captive sebagai hasil dari semua DNS lookup. Teknik ini dinamakan DNS poisoning.

sumber:

http://sugeng.staff.ipb.ac.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Zona N News Time Part 2

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh Alhamdulillah.. tak terasa saya sudah berada dipenghujung perkuliahan bunda produktif, pekan ini adalah pekan terakhir pengumpulan jurnal yang artinya perkuliahan kami sudah selesai. Nano-nano rasanya bisa sampai dititik ini, jika melihat perjalanan dari awal perkuliahan banyak lika-liku, hambatan, godaan untuk berhenti ditengah jalan namun pada akhirnya bisa sampai juga digaris finish. Ah... Terharu juga bisa melewati semuanya 🥳🥳 Pekan ini kami berada di zona N part-2 yaitu melanjutkan diskusi-diskusi di Ch dan cluster Nusantara. Oh ya.. isi dari jurnal ini terdiri dari: 1. Ide selebrasi cluster 2. Action selebrasi belajar 3. Rapor second quarter (zona xtramile, agility, growth, open space) Ide-ide selebrasi dari tiap Co housing disampaikan pada pertemuan Cluster yang diadakan pada tanggal 15 maret 2022 pukul 13.00-14.00 melalui zoom, alhamdulillah saya bisa ikut menyimak dan berdiskusi dengan teman-teman yang lain. Jika dikumpulkan te...

Tahap Kupu-kupu #Jurnal 8

Alhamdulillah.. akhirnya saya bisa sampai finish menjelajahi hutan kupu-kupu cekatan.. diakhir pekan ke-8 ini kami  mengalirkan rasa selama berada di perkuliahan.. Rasanya begitu nano-nano... Semangat sering naik- turun ketika ditahap telur-telur saya begitu antusias menyimak cerita dari kunang-kunang dan diskusi dari magika, menyusun planning sedemikian rupa membayangkan apa yang akan saya kerjakan selama perkuliahan ini membuat semangat menggebu-gebu. Masuk ketahap ulat-ulat begitu mengejutkan, kami mulai membuat potluck, belajar menggunakan aplikasi podcast, berkumpul dengan keluarga yang satu minat keilmuan, mempresentasikan go live di fb grup bunda cekatan, berbagi makanan dengan teman-teman yang lain.. itu sangat menyenangkan. Kemudian ditahap kepompong kami sudah tak makan lagi, disini kami melatih diri dengan puasa pekanan dan menjadi kepompong dalam tantangan 30 hari. Pada saat itu saya melakukan puasa mencatat keuangan harian, membatasi jajan anak-anak dan belajar mengend...

Tantangan Hexagonia Kotaku Harapanku