Langsung ke konten utama

Zona O Part 2 Hexagon City Fair

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Alhamdulilalah 2 pekan terlewari dengan sangat antusias, mulai dari persiapan HCVC 2022, berlangsungnya HCVC, talkshow sampai acara HCF (Hexagon City Fair) semuanya begitu meriah. Setelah pekan kemarin 21-26 februari menjadi salahsatu speaker, lanjut ditanggal 2-5 maret ada event Hexagon City Fair yaitu pesta belanjanya para hexagonia.. banyak produk-produk yang tersedia disana, mulai dari pakaian gamis, jilbab, buku-buku, assesoris, tas rajut sampai bumbu-bumbu makanan. Benar yaa Hexagon City adalah kota virtual yang produktif, bukan hanya bisa menimba ilmu disini, para warga yang memiliki bisnis bisa menjadi vendor memasarkan produk-produknya disini, adanya potongan harga sebagai hexagonia menarik minat saya membeli salahsatu produk. Ketika berbelanja, beberapa kali saya menemukan kesulitan, karena baru kali pertama saya order di hexamarket, namun ketika saya konfirmasi kesulitan saya ke mba Raisa, alhamdulillah beliau merespon dengan baik, dan pesanan bisa saya dapatkan.
Berikut link  Hexagon City Fair
https://hexamarket.ngorder.id/

Selain bisa berbelanja, mardika dan tim formula juga mengadakan Talkshow Hexagon City Virtual Conference bersama pembicara mba Syifa, mba Syifa ini meneliti gamifikasi pada kelas bunda produktif yang beliau bawa ke forum internasional beliau juga salahsatu mahasiswi dari kelas bunda produktif batch 1. Seru sekali mendengarkan mba Syifa berbicara, ternyata teknologi tak menyurutkan perempuan untuk belajar, dengan adanya gamifikasi dalam proses belajar mendorong perempuan untuk mengembangkan bakat dan passionnya. Layaknya anak-anak yang senang bermain game, ketika para ibu bermain game 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...