Langsung ke konten utama

Huddle Zona Growth #Jurnal-12

Assalamu'alaikum warohmatulloh wabarokatuh

Alhamdulillah, tak terasa sudah memasuki pertengahan bulan februari, rasa-rasanya masih sulit mengatur jadwal online ku yang berantakan. menyimak materi huddle dari Bu Septi pun saya tunda-tunda sehingga keteteran ketika mendekati deadline.
Materi Six thingking hats begitu menarik, Bu Septi memaparkan bagaimana cara merubah mindset dan struktur berpikir agar kita tetap bertumbuh dan berkembang di bunda produktif ini. 

Six Thingking hats merupakan sebuah metode untuk mengintegrasikan pemikiran kritis untuk pemecahan masalah yang lebih baik. Teknik six thingking hats ini dipopulerkan oleh Edward De Bono.

Nah.. disini kami diminta memakai topi berpikir untuk menganalisis suatu tantangan. 

1. Topi Biru (Proses Berpikir) : Tentukan tantangan dan tujuan apa yang akan kita capai.
2. Topi Putih (Fakta dan data) : Kumpulkan data dan fakta pendukung yang ada.
3. Topi Hijau (Ide) : Pikirkan solusi sebanyak-banyaknya. Alternatif apa yang dapat kita ambil 
4. Topi Kuning (Keuntungan) : Tentukan manfaat, values dan kelebihan dari ide-ide yang telah kita dapatkan 
5. Topi Hitam (Resiko) : Tentukan kekurangan dari ide tersebut. Sertai dengan pertanyaan : Bagaimana cara agar kekurangan dari ide tersebut dapat dicegah atau ditanggulangi.
6. Topi Merah (Intuisi) : Tanpa memperhatikan fakta dan data, bagaimana perasaan atau feeling kita terhadap ide tersebut.

Setelah mengidentifikasi six thingking hats personal, kami menggabungkannya dan memilih action item yang terbaik untuk dimasukkan ke worksheet team 

Six Thingking Hats Tim Pesona
Six Thinking Hats (Pengambilan peran dari masing-masing tim)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...