Langsung ke konten utama

Tahap Kupu-kupu #Jurnal 2

Bismillahirrohmannirrohim
Alhamdulillah memasuki pekan kedua ditahap kupu-kupu, kali ini saya diminta untuk membuat assesment sendiri skill apa yang saya butuhkan yang akan diserahkan kepada mentorku (mba Bhekti) supaya beliau bisa melihat goal yang ingin kucapai selama 6 pekan kedepan. 

Dipekan ini saya menemukan kesulitan berkomunikasi karena saya mendapat kabar bahwa mba Bhekti dan keluarganya sedang terkena Covid-19 jadwal pertemuan yang sudah dibuat pada tanggal 18 juni atau hari jumat ternyata belum bisa terlaksana.

Saya memakluminya karena beliau harus banyak beristirahat, dan mengurus keluarga sehingga tak banyak berkomunikasi hanya lewat chat WA saja. Pertanyaan-pertanyaan  yang diajukan pun belum sempat dikirim, InsyaAllah dihari senin ini saya berkomunikasi lagi.
Sebenarnya, saya sudah mulai mengajukan pertanyaan yang sesuai di flyer mba Bhekti, saya perlu mencerna sedikit demi sedikit karena apa yang mba Bhekti jalani banyak yang ingin saya ikuti, saya ingin menggali lebih dalam lagi tentang gaya hidup sehat, mindset hidup sehat dan bahagia, setting lingkungan rumah yang aman, dan manajemen cashflow, dari keempat point tersebut yang baru saya tanyakan kepada beliau baru 2 point, seperti yang di check-list  dibawah. Semoga dipekan depan komunikasi saya dengan mba Bhekti bisa lebih intensif, sehingga pertanyaan-pertanyaan yang menggantung dapat kutemukan jawabannya.
Sehat-sehat ya Mba Bhekti dan keluarga, semoga bisa segera pulih dari sakitnya, semoga jadi penggugur dosa dan bisa beraktifitas normal lagi seperti biasa..

#institutibuprofesional
#hutankupucekatan
#tahapkupukupu
#mentorshippekan2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...