Langsung ke konten utama

VLSM

Vlsm adalah pengembangan mekanisme subneting, dimana dalam vlsm dilakukan peningkatan dari kelemahan subneting klasik, yang mana dalam clasik subneting, subnet zeroes, dan subnet- ones tidak bias digunakan. selain itu, dalam subnet classic, lokasi nomor IP tidak efisien.

Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnet mask.

1. Routing protocol yang digunakan harus mampu membawa informasi mengenai notasi prefix untuk setiap rute broadcastnya (routing protocol : RIP, IGRP, EIGRP, OSPF dan lainnya, bahan bacaan lanjut protocol routing : CNAP 1-2),

2. Semua perangkat router yang digunakan dalam jaringan harus mendukung metode VLSM yang menggunakan algoritma penerus packet informasi. Dalam penerapan IP Address menggunakan metode VLSM agar tetap dapat berkomunikasi kedalam jaringan internet sebaiknya pengelolaan networknya dapat memenuhi persyaratan

Contoh penerapan VLSM

130.20.0.0/20

Kita hitung jumlah subnet terlebih dahulu menggunakan CIDR, maka didapat

11111111.11111111.11110000.00000000 = /20

Jumlah angka binary 1 pada 2 oktat terakhir subnet adalah4 maka

Jumlah subnet = (2x) = 24 = 16

Maka blok tiap subnetnya adalah :

Blok subnet ke 1 = 130.20.0.0/20

Blok subnet ke 2 = 130.20.16.0/20

Blok subnet ke 3 = 130.20.32.0/20

Dst… sampai dengan

Blok subnet ke 16 = 130.20.240.0/20

Selanjutnya kita ambil nilai blok ke 3 dari hasil CIDR yaitu 130.20.32.0 kemudian :

- Kita pecah menjadi 16 blok subnet, dimana nilai16 diambil dari hasil perhitungan

subnet pertama yaitu /20 = (2x) = 24 = 16

- Selanjutnya nilai subnet di ubah tergantung kebutuhan untuk pembahasan ini kita gunakan /24, maka didapat 130.20.32.0/24 kemudian diperbanyak menjadi 16 blok lagi sehingga didapat 16 blok baru yaitu :

Blok subnet VLSM 1-1 = 130.20.32.0/24

Blok subnet VLSM 1-2 = 130.20.33.0/24

Blok subnet VLSM 1-3 = 130.20.34.0/24

Blok subnet VLSM 1-4 = 130.20.35.0/24

Dst… sampai dengan

Blok subnet VLSM 1-16 = = 130.20.47/24

- Selanjutnya kita ambil kembali nilai ke 1 dari blok subnet VLSM 1-1 yaitu

130.20.32.0 kemudian kita pecah menjadi 16:2 = 8 blok subnet lagi, namun oktat

ke 4 pada Network ID yang kita ubah juga menjadi8 blok kelipatan dari 32

sehingga didapat :

Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.32.0/27

Blok subnet VLSM 2-2 = 130.20.32.32/27

Blok subnet VLSM 2-3 = 130.20.33.64/27

Blok subnet VLSM 2-4 = 130.20.34.96/27

Blok subnet VLSM 2-5 = 130.20.35.128/27

Blok subnet VLSM 2-6 = 130.20.36.160/27

Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.37.192/27

Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.38.224/27

sumber : http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&q=%22[PDF]+VLAN+%26+VLSM%22&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Memasak (day 7)

Hari ketujuh pada tantangan kali ini saya mencoba memasak kembali, saya mengundangan para ustadz dan ustadzah untuk ngeliwet dikantor, saya bagian masaknya. Sejak pagi saya sudah mulai siap-siap, belanja kepasar diantar oleh suami sambil bawa si kecil Alifya. Tak perlu waktu lama, cukup 30menit pulang pergi untuk belanja masakan karena pasar juga cukup dekat dari kantor. Rencana nya saya akan memasak tumis kangkung, tumis toge tahu, ayam goreng, lalap, sambal, tahu dan tempe goreng. Terlihat sederhana, tapi ketika saya kerjakan sendiri cukup merepotkan juga ditambah ngasuh Alifya alhasil kesana kemari, persiapan masak dari jam 8, baru beres jam 2 siang (diseling buat sarapan, potong-potong sayur, sholat dzuhur dll). Ketika selesai shalat dzuhur alhamdulillah ada relawan yang mau bantu-bantu, kebetulan juga Alifya lagi ga mau ditinggal, jadinya temen yang meneruskan masak. Saya sudah menyiapkan semua bumbu nya, tinggal dimasak aja, temen bagian goreng krupuk, goreng tempe mendoan en nya...

Melatih Kecerdasan Emosional De Alifya

Bismillahirrohmanirrohim Ketika mendapat materi ketiga Bunsay ini saya sempat kaget.. kenapa.. karena materi yang dibahas sama seperti skripsi yang saya buat.. tentang kecerdasan emosional sayangnya saya tak bisa tepat waktu mengerjakan, baru dihari kelima ini saya bisa mengerjakannya. Kali ini saya memilih partner anak saya Alifya yang baru berusia 6 bulan, karena diusianya yang masuk golden ages begitu banyak potensi kecerdasan yang bisa dilatih. Pertama, saya selalu menyempatkan untuk mengajaknya berkomunikasi,berbincang-bincang dengannya, sampai apapun objek yang saya lihat saya utarakan pada Alifya, seperti sedang memakaikan pakaian, memegang tangan atau sedang jalan-jalan terkadang reflek saja menjelaskan ini-itu kepadanya. Kedua, saya berusaha untuk merespon apa yang dia ungkapkan dalam kondisi senang, menangis, jika ingin bermain, bahkan kesal karena terlalu lama menunggu. Disini saya berusaha mengungkapkan ekspresi Alifya, seperti: "dede kesel ya ditinggal ummi kedapu...